<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=2107064986175153332&amp;blogName=Indonesian+National+Nurses+Associatio...&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_HOSTED&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http://www.inna-k.org/search&amp;blogLocale=en&amp;v=1&amp;homepageUrl=http://www.inna-k.org/&amp;vt=-9153266772154871457" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
Indonesian National Nurses Association in Kuwait (INNA-K)


Sambutan Ketua INNA-K Periode 2008
Selamat datang di website Indonesian National Nurses Association in Kuwait (INNA-K).
INNA-K terbentuk pada tanggal 11 Mei 2006 dengan kepengurusan yang tersebar di beberapa region negara Kuwait. Persatuan Perawat Indonesia di Kuwait sebelumnya telah terhimpun dalam satu wadah organisasi yang bernama APIK (Assosiasi Perawat Indonesia di Kuwait) sejak tahun 1994, Berdasarkan musyawarah bersama yang dihadiri oleh kepengurusan organisasi periode 2006 - 2008 dan perwakilan anggota dari masing-masing region, Maka APIK berganti dengan nama INNA-K.

Website ini dibentuk dengan tujuan sebagai media informasi dan komunikasi melalui berbagi informasi dan berkomunikasi sesama Perawat tentang profile Perawat, Keperawatan dan Kesehatan dengan komunitas Keperawatan dan masyarakat luas, baik dalam lingkup Kuwait maupun International. Pada website ini, Anda dapat mengetahui AD/ART INNA-K, tujuan, target, program dan agenda kegiatan yang dilakukan INNA-K.

Atas nama Ketua Umum INNA-K periode 2010-2012, Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungannya. Website ini jauh dari kesempurnaannya, saran dan komentar Anda untuk kesempurnaannya merupakan kontribusi yang berharga bagi INNA-K. Website ini adalah milik kita bersama, untuk itu diharapkan kepada Anda untuk membantu menyebarluaskan website ini kepada rekan sejawat dan masyarakat luas. Selamat bertugas! Semoga menjadi amal ibadah kita semua.

    Hormat Kami,
    Eko Priyanto, S. Kep.

Sunday, May 6, 2012

Klik 2x pada gambar untuk memperbesarnya

Selanjutnya untuk mengetahui koordinator region masing-masing, silakan lihat keterangan pada gambar dibawah ini:



Klik 2x pada gambar untuk memperbesarnya

Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 12:48 AM | 0 comments ShareThis
Thursday, September 1, 2011
Suatu ketika di Puskesmas (terjadi 30 tahun yang lalu), datang seorang laki-laki usia 37 tahun dengan keluhan kedua tungkai lemah dan semakin susah dibawa berjalan, tidak ada kesemutan. Makin lama semakin memberat dan setelah itu mengenai kedua lengan atas. Penderita lumpuh seluruh anggota gerak. Sebelumnya mendapat influenza kira-kira 2 minggu dengan keluhan waktu itu demam disertai nyeri seluruh sendi. Akhirnya penderita dirujuk ke RS kabupaten untuk dirawat.

Kasus lain, seorang wanita usia dewasa muda telah dirawat di RS sehari yang lalu dengan kelumpuhan seluruh anggota gerak, selang beberapa lama sesudahnya mengalami sesak nafas. Sebelum itu penderita mendapat diare yang tak kunjung baik, selanjutnya dirawat di perawatan intensif untuk dilakukan bantuan nafas. Saat itu RS belum punya alat bantu nafas (respirator) untuk memperbaiki pernafasan penderita. Untungnya dua hari kemudian penderita merasa lebih baik, pernafasan mulai teratur dan akhirnya dapat pulang ke rumah setelah nafas membaik. Penderita mulai dapat berjalan, walaupun masih tertatih-tatih. Penderita tertolong.

Sementara itu kasus lain yang tidak kalah menariknya adalah seorang penderita dengan keluhan melihat kembar (suatu objek terlihat dua), mendadak, tidak ada demam dan tidak ada mual muntah, mempunyai riwayat sebelumnya demam, nyeri sendi, diare kira-kira 3 minggu yang lalu, penderita dirawat. Setelah perawatan 2 minggu mulai membaik dan pulang ke rumah.

Kasus-kasus di atas memperlihatkan pada kita kalau keluhan lumpuh layuh dapat tertolong dengan pengelolaan biasa, serta keluhan seperti ini bukan hanya dialami oleh pasien polio tetapi dapat juga disebabkan oleh Guillain Barre Sindrom. Berbeda dengan polio yang disertai demam saat sakit dengan kelumpuhan hanya satu tungkai, setelah sembuh mengalami gejala sisa setelah penderita baik, sedangkan Guillain Barre Sindrom dapat sembuh sempurna tanpa gejala sisa, walaupun kadang-kadang kasus tertentu ada yang tidak tertolong.

Apa itu Guillain Barre Sindrom (GBS) ?

Merupakan kumpulan gejala kelemahan pada anggota gerak dan kadang-kadang dengan sedikit kesemutan pada lengan atau tungkai, disertai menurunnya refleks. Selain itu kelumpuhan dapat juga terjadi di otot-otot penggerak bola mata sehingga penderita melihat satu objek menjadi dua yang dapat disertai gangguan koordinasi anggota gerak.
Penyakit GBS, sudah ada sejak 1859. Nama Guillain Barre diambil dari dua Ilmuwan Perancis, Guillain dan Barré yang menemukan dua orang prajurit perang di tahun 1916 yang mengidap kelumpuhan kemudian sembuh setelah menerima perawatan medis. GBS termasuk penyakit langka dan terjadi hanya 1 atau 2 kasus per 100.000 di dunia tiap tahunnya.

Apa penyebabnya ?

GBS ini tadinya dianggap sebagai neuroalergi yang menghasilkan berbagai bahan berbahaya. Terdapat perkiraan bahwa kumpulan gejala ini terjadi karena menurunnya daya kekebalan tubuh sendiri (auto imun), yang biasanya didahului oleh infeksi virus atau kuman-kuman yang menyebabkan infeksi saluran pernafasan atas dan diare yang melemahkan daya tahan tubuh (kekebalan) sehingga mengalami keluhan seperti kasus-kasus di atas. Sel sistem kekebalan menyerang sarung saraf (mielin) yang mengelilingi serabut saraf di seluruh saraf tepi.

Dapatkah GBS diobati ?

Dapat, angka kesembuhan terjadi sempurna (75-90 %) dengan cara pengobatan dan fisioterapi. Bagi kasus2 tertentu dilakukan penggantian plasma dengan maksud menghilangkan efek menurunnya kekebalan (auto imun). Terapi ini akan dapat menyembuhkan penderita, selain itu dapat juga dilakukan infus imunoglobulin . Pada sebagian kasus tidak jarang penderita secara bertahap dapat pulang setelah dirawat beberapa lama. Sedangkan pada kasus-kasus tertentu, ada yang membutuhkan bantuan alat nafas (respirator) dan pada kasus yang sangat berat dengan gangguan nafas ada yang tidak tertolong.

Penyembuhan dimulai 2-4 minggu setelah progresivitasnya berhenti. Pengobatan medis dan perawatan yang baik sangat mempengaruhi hasilnya. Pada kebanyakan kasus terjadi perbaikan spontan. Kadang-kadang pengelolaaan menjadi sangat rumit dan melelahkan. Pada manula penyembuhan umumnya lebih lambat dibandingkan anak anak. Edukasi penderita dengan menerangkan pada keluarga mengenai penyakit ini dan cara pengobatan serta fisioterapi menyeluruh harus dilakukan.

RS Cipto Mangunkusumo saat ini sedang menangangi 2 kasus GBS yang sebelumnya sempat dirawat dr RS St. Carolus Jakarta dan RS Azra Bogor.

Dapatkah GBS dicegah ?

Salah satu jalan untuk mencegah SGB adalah dengan mempertinggi daya tahan tubuh saat tidak sakit dengan cara mengonsumsi protein hewani dari daging dan ikan, nabati dari tempe dan tahu disertai sayur dan buah, sehingga diharapkan kita jarang sakit influenza, karena daya tahan tubuh tinggi. Selain itu perlu juga menjaga kebersihan tubuh dengan mandi dan cuci tangan bila mau makan untuk menghindari infeksi kuman, virus atau bakteri yang menyebabkan diare

Bila ada gejala-gejala GBS, apa yang harus dilakukan ?

Jangan kaget, segera kosultasi dokter di Puskesmas. Kita tidak mengenal awalnya orang terkena serangan, tapi bila mendapat gejala seperti kasus di atas segera bawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit, agar dapat dilakukan pengobatan segera dan dapat mewaspadai serangan yang lebih hebat. Ingat, keadaan lumpuh layuh ini dapat disebabkan oleh Polio atau Guillain Barre Sindrom.

Bila kena GBS, apakah harus mengeluarkan biaya mahal ?

Tidak selalu demikian, ada penderita yang baik setelah mendapat pengobatan biasa, malah ada yang sembuh spontan dalam jangka waktu pendek. Tetapi memang pada kasus tertentu yang berat disertai gangguan nafas memerlukan infus zat kekebalan (imunoglobulin) yang mahal dan atau penggantian plasma darah untuk mempercepat perbaikan. Tentu setiap RS telah membuat aturan kapan harus diberikan cara-cara penanganan khusus diatas.



Sumber : DepKes.go.id

Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 12:31 AM | 0 comments ShareThis
Monday, August 15, 2011
Apakah Registered Nurse itu?

Adalah perawat yang telah di registrasi dan secara hukum memiliki lisensi untuk praktek keperawatan. Registrasi dan lisensi diberikan oleh lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah atau melalui undang-undang. Syarat-syarat untuk bisa diregister mengacu pada pendidikan keperawatan yang diakui.


Apakah ada RN di Indonesia?

Bila merujuk pada definisi umum diatas, maka setiap perawat yang telah memiliki SIP (surat ijin perawat) adalah RN.


Adakah syarat menjadi RN

Syarat untuk di register di indonesia harus lulus pendidikan keperawatan yang diakui oleh pemerintah dan asosiasi profesi. Saat ini ada dua katagori perawat lulusan baru, yaitu lulus pendidikan Diploma 3 atau lulus pendidikan Ners. Kemudian calon manyemenuhi syarat-syarat tertentu, seperti bebas catatan kriminal dan lulus uji kompetensi profesi.


Adakah Registered Nurse International?

Registrasi berlaku ditiap negara. Tidak ada satu lisensi untuk semua negara. Bila akan menjalankan praktek keperawatan di negara lain, maka proses pendaftaran (registrasi) untuk bisa menjalankan praktek (lisensi) harus dilakukan di negara tersebut, tetapi dipersyaratkan bahwa mereka yang mengajukan untuk diregister di negara lain, harus memiliki register juga di negara asal. Namun, beberapa negara memiliki sistem pengakuan mekanisme penapisan, sehingga proses registrasi menjadi lebih mudah.


Bisakah lembaga swasta atau lembaga pelatihan menerbitkan sertifikat RN?

Lembaga swasta atau lembaga pelatihan bisa menerbitkan sertifikat kompetensi untuk kepentingan mereka sendiri (internal). Tetapi, pengakuan terhadap sertifikat tersebut mungkin tidak berlaku bagi pihak lain. Untuk itu, hati-hati terhadap lembaga yang mengatakan bisa menerbitkan sertifikat RN.


Apa peran PPNI dalam sertifikasi kompetensi?

Sebagai organisasi profesi, PPNI membuat berbagai standar kompetensi, kode ethik dan juga mengembangkan berbagai instrumen uji profesi dan kompetensi. Instrumen uji kompetensi profesi ini diharapkan bisa menjadi penyaring agar perawat yang ter-register nanti benar-benar sesuai standar kompetensi profesi yang diharapkan.

silahkan kirim pertanyaa anda tentang RN di indonesia ke email : tanya.ppni@gmail.com. Sumber : PPNI Pusat.

Labels: ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 4:26 PM | 0 comments ShareThis
Friday, July 29, 2011
Reggae, Kuwait. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bekerja sama dengan KBRI Kuwait mengadakan pertemuan dengan mengundang perwakilan tenaga kerja Indonesia di Kuwait dalam upaya men-sosialisasikan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN).

Kegiatan tersebut telah terlaksana siang tadi, Pukul 13.00 - 15.30 WK di Lobi Hotel Ramadha Reggae. Undangan yang hadir cukup banyak, sehingga memadati ruang lobi yang berkapasitas kursi 200 orang tersebut. Hampir seluruh perwakilan TKI baik sektor formal maupun non-formal sangat antusias untuk mengetahui lebih jauh mengenai KTKLN itu sendiri. Namun karena keterbatasan waktu, hanya beberapa orang saja yang diberikan kesempatan untuk bertanya.

KTKLN adalah kartu identitas bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebagai dokumen pemberangkatan TKI yang telah memenuhi persyaratan dan prosedur untuk bekerja diluar negeri yang berbentuk Smartcard berbasis chip microprocessor contactless dan dapat dikembangkan fungsinya sebagai kartu multi fungsi.

Dasar hukum penerapan system KTKLN yaitu berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004, Pasal 62 ayat (1) : "Setiap TKI yang ditempatkan diluar negeri, wajib memiliki dokumen KTKLN yang dikeluarkan oleh Pemerintah".

KTKLN diterapkan oleh BNP2TKI dengan tujuan sebagai berikut :
  • Data Base Penduduk yang berada diluar negeri (pendataan TKI)
  • Sebagai sebuah instrument bagi pemerintah dalam upaya pengawalan proses penempatan dan penanganan masalah TKI
  • Memberikan suatu kepastian dan kesinambungan dalam upaya pelayanan pada pra - masa - penempatan TKI..

KTKLN wajib bagi seluruh TKI dimanapun berada, tentunya dengan beberapa kriteria dan persyaratan berbeda. Terkait dengan permasalahan bagaimana memperolehnya dan persyaratan apa yang harus dipenuhi Perawat di Kuwait adalah sebagai berikut :

  1. Perawat yang akan berangkat pertama kali dalam proses pembuatan KTKLN wajib melampirkan ;
    • Pasport - Visa kerja - Kartu Peserta Asuransi (KPA) dan perjanjian kerja - Sertifikat Kesehatan,
    • Surat Keterangan telah mengikuti Pembekalan Akhr Pemberangkatan (PAP) TKI,
    • Bukti pembayaran DP3TKI (Dana Pembinaan Penempatan dan Perlindungan TKI).
  2. Perawat yang sudah berada di Kuwait untuk pembuatan KTKLN wajib melampirkan/menunjukkan ;
    • Passport dan Iqomah
    • Perjanjian kerja atau dokumen lain yang membuktikan bahwa TKI yang bersangkutan bekerja diluar negeri.

Sedangkan proses cara pembuatan bisa langsung di bandara ataupun di BP3TKI (Balai Playanan Penempatan dan Perlindungan TKI) wilayah terdekat. Kami sarankan bagi WNI sebagai TKI (Perawat) yang berminat mengisi data secara online silakan klik link ini : Applikasi KTKLN. Kemudian KTKLN bisa diperoleh tanpa proses lama di Bandara Soekarno-Hatta terminal kedatangan internasional 2D, konter BP3TKI yang buka jam kerja 24 jam.


Note : referal makalah KTKLN

Labels: , ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 4:14 PM | 0 comments ShareThis
Thursday, July 21, 2011
Dalam berbagai tulisan tentang buruknya pelayanan kesehatan di Indonesia, para penulis atau komentator hampir selalu bicara tentang buruknya pelayanan dokter yang dikatakan kurang komunikatif, mau menang sendiri dan bersikap materialistis. Hampir tidak pernah ada yang membahas atau menyalahkan pihak perawat, administrasi rumah sakit, pihak laboratorium atau sarana pendukung kesehatan lain.

Saya mendengar salah satu cerita dari pasien saya yang berobat ke Malaysia. Negeri jiran yang saat ini sedang menggalakkan wisata medisnya ini merupakan salah satu tujuan baru berobat ke luar negeri. Bisa dimaklumi karena selain murah, pasien mengatakan juga pelayanan di sana lebih baik.

Pasien saya ini mengatakan, ketika dia datang mengantar orang tuanya berobat ke sana, pelayanan bahkan sudah dimulai dari penjemputan di bandara. Jadi, tiba langsung masuk ambulan dan sampai ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit pun pasien langsung dibawa ke ruang perawatan dan langsung dilakukan pemeriksaan oleh tim termasuk pemeriksaan penunjang seperti laboratorium.

Keluarga pasien pun diajak ke tempat ruang tunggu yang nyaman dengan ketersediaan berbagai macam minuman dan makanan kecil. Belum lagi ada petugas RS yang memberikan petunjuk tentang mencari tempat inap di sekitar RS sehingga mempermudah pasien dan keluarga.

Dikatakan pasien saya, pelayanannya cepat dan tidak menunggu-nunggu, pasien tidak dibawa ke sana ke mari untuk pemeriksaan tapi cukup tenang saja di dalam kamar kecuali mungkin untuk pemeriksaan radiologi seperti CT-Scan/MRI yang tidak bisa di tempat. Pelayanan lainnya juga ramah, dari dokter sampai office boy (OB) semua bersikap bersahabat.

Satu yang paling menarik perhatian pasien adalah tim dokter yang bekerja. Saat menerangkan kepada pasien dan keluarga, tim dokter datang bersama-sama. Semua dokter yang terlibat dalam penanganan pasien dilibatkan dalam diskusi. Satu orang dokter menjadi juru bicara yang dikenal pasien sebagai ketua tim. Hal ini membuat pasien dan keluarga menjadi nyaman dengan penjelasan yang jelas dan tidak berbeda-beda antara satu dengan yang lain.

Liaison Team memang suatu keharusan

Satu hal yang memang paling sulit dilakukan di Indonesia adalah kerjasama antar dokter. Sebagai psikiater yang mendalami subspesialisasi Consultation-Liaison Psychiatry, salah satu tugas saya adalah bekerjasama dalam tim-tim medis yang memerlukan bantuan psikiater. Kasus-kasus medis umum yang melibatkan gangguan kejiwaan dan perilaku banyak sekali terdapat di dalam RS dan seringkali tidak terdiagnosis.

Di sinilah kepentingan saya bekerja. Karena hal ini, saya sering terlibat bekerja sama dengan beberapa orang dokter spesialis sekaligus. Namun memang kenyataannya tidak mudah bekerja dalam tim-tim di RS ini. Saya sering melihat masing-masing dokter masih menampilkan egonya masing-masing. Pasien masih dilihat dalam batasan ilmu yang terkotak-kotak. Ada kesan dokter mengobati penyakitnya saja bukan mengobati pasien secara keseluruhan.

Untuk kasus-kasus yang kompleks, hal ini tentunya tidak menguntungkan buat pasien. Kerjasama tim sangat diperlukan, namun sayangnya tidak terjadi dalam praktek sehari-hari. Yang lebih banyak terjadi adalah konsultasi biasa yang seringkali hanya sebatas saran di kertas lembar konsultasi bukan pembicaraan lintas spesialis yang bertujuan mencari jalan keluar terbaik bagi pasien.

Hambatan kolaborasi

Salah satu hal yang paling sering dipertanyakan baik di RS pemerintah maupun RS swasta tentang pelayanan terintegrasi adalah tentang sistem pembayaran. Sistem pembayaran yang dianut kita adalah pay per service artinya seorang pasien membayar sesuai dengan pelayanan yang diterima. Penanganan pasien dengan kebutuhan lintas dokter spesialis dalam RS akan menyebabkan biaya pelayanan meningkat karena terjadinya konsultasi yang banyak ke banyak dokter. Inilah yang terjadi jika sistem yang digunakan seperti ini.

Seyogyanya, penanganan kasus secara terintegrasi membuat pasien mendapatkan perawatan lebih baik dan akhirnya membuat pasien berkurang masa rawatnya karena lebih cepat menjadi baik kondisinya. Keterlambatan diagnosis adalah yang paling sering dialami pada kasus-kasus penyakit yang kompleks. Penundaan kerjasama dengan bidang lain selain disebabkan faktor bertambahnya biaya kesehatan juga karena keengganan dokter untuk bekerja sama.

Inilah yang perlu dicari jalan keluarnya dalam sistem kesehatan di Indonesia. Bagaimana pola sistem pelayanan kesehatan terintegrasi bisa difasilitasi dengan sistem pembayaran kesehatan yang baik. Sehingga, baik dokter maupun pasien merasa diuntungkan dengan sistem ini. Jika memang dengan sistem yang baik pun si dokter belum mau bekerja sama, maka jawaban judul artikel saya di atas adalah Ya.

Salam Sehat Jiwa!

* Psikiater Bidang Psikosomatik Medis.



Sumber : KompasHealth.Com

Labels:


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 3:43 PM | 0 comments ShareThis
Friday, June 24, 2011
Jakarta, Untuk mendapatkan pengobatan kanker dengan terapi mutakhir, biasanya pasien harus rela berobat ke luar negeri dengan biaya yang sangat mahal. Tapi kini pasien kanker tak perlu jauh-jauh ke Singapura, karena rumah sakit di Indonesia sudah punya alat radioterapi canggih Linac Rapid Arc.

Sekitar 70 persen pasien yang berobat ke Singapura adalah pasien dari Indonesia. Fasilitas pengobatan yang canggih dan menjanjikan membuat pasien-pasien Indonesia rela berobat jauh hingga ke negeri singa tersebut.

Tapi untuk radioterapi dengan teknik mutakhir, pasien kanker tak perlu jauh-jauh berobat ke Singapura, karena sejak 28 April 2011 lalu, rumah sakit Indonesia sudah memiliki pesawat Linear Accelerator dengan kemampuan teknik Rapid arc.

"Pesawat Linear Accelerator dengan teknik Rapid arc atau volumetric arc therapy adalah relatif baru dan pertama di Indonesia. Alat ini baru ada satu-satunya di Indonesia, hadir di MRCCC," papar Dr. Fielda Djuita, SpRad (K) Onk, spesialis radiasi onkologi MRCCC Siloam Hospitals, saat acara seminar 'Deteksi Dini dan Teknologi Baru dalam Terapi Kanker' di MRCCC Siloam Hospitals, Jakarta, Jumat (24/6/2011).

Menurut Dr Fielda, teknik radioterapi mutakhir ini memungkinkan radiasi dengan satu putaran gantry mengelilingi tubuh pasien, sehingga memberikan banyak keuntungan bagi pasien.

Dr Fielda menyebutkan keuntungan teknik radioterapi ini antara lain:
  1. Dosis yang diberikan lebih homogen
  2. Dapat dibentuk sesuai organ yang diradiasi
  3. Menghindari jaringan sehat sekitar sel tumor atau kanker
  4. Waktu radiasi lebih singkat sehingga mencegah perubahan posisi pasien dan mengurangi efek samping
  5. Secara radiobiologi lebih menguntungkan dan efek samping jauh lebih kecil dibandingkan teknik lainnya.

"Sekarang nggak perlu jauh-jauh ke Singapura, di Indonesia alat ini sudah ada. Harganya juga lebih murah dibandingkan ke Singapura. Dan pasien juga nggak perlu menghabiskan banyak uang untuk biaya hidup dan transportasi yang mahal di Singapura. Kita punya alat dan ahlinya disini, ngapain jauh-jauh kesana," lanjut Dr Fielda yang juga berpraktik di RS Kanker Dharmais.

Berbeda dengan teknik konvensional yang biasa dilakukan, teknik Rapid arc ini langsung menargetkan sel kanker sesuai dengan bentuknya, sehingga bisa digunakan untuk meradiasi sel kanker yang kecil dan sulit dijangkau tanpa mengenai sel sehat disekitarnya.

"Dengan harga 45 persen lebih mahal dibandingkan teknik radioterapi lainnya, teknik Rapid arc ini memberikan akurasi sampai 95,5 persen lebih besar. Dan sangat baik dilakukan untuk sel kanker dengan ukuran kecil dan sulit dijangkau," lanjut Dr Fielda.

Dr Fielda juga menyampaikan bahwa kebutuhan terapi radiasi di Indonesia sangat banyak. Menurut data Astro (2008), diperkirakan ada 151.800 pasien yang membutuhkan terapi radiasi per tahun, yang mencakup 66 persen dari seluruh pasien kanker.

Namun data tahun 2010 menyebutkan baru ada 14.553 pasien yang terlayani per tahun, yang artinya di Indonesia tidak sampai 10 persen pasien kanker yang terlayani mendapatkan terapi radiasi.

"Pasien yang butuh terapi radiasi itu banyak, kadang harus mengantre sampai 6 bulan, ya keburu kankernya menyebar kemana-mana. Jadi dengan adanya alat ini kita membantu banyak pasien kanker," jelas Dr Fielda.

Sejak mulai beroperasi sejak bulan April 2011, Dr Fielda mengatakan hingga sekarang sudah ada sekitar 35 pasien yang melakukan terapi radiasi dengan Linac arc ini, yang rata-rata adalah pasien dari luar negeri.

"Kita belum Grand Opening jadi mungkin belum banyak orang yang tahu. Tapi izin sudah ada dan kita sudah bisa beroperasi. Jadi nggak perlulah jauh-jauh ke Singapura kalau mau terapi radiasi Rapid arc, disini juga ada, biaya juga lebih murah," tutur Dr Fielda.

Alat Diagnosa Baru

Selain Linac Rapid arc, teknologi baru lainnya yang sudah ada di Indonesia adalah PET-CT (Positron Emission Tomography-Computed Tomography). Berbeda dengan Rapid arc, PET-CT adalah alat baru untuk diagnosis dini, deteksi dan monitoring terapi kanker.

"Secara komprehensif, PET-CT dapat memberikan informasi dan diagnosa yang tepat dari kanker, deteksi dini akan terulangnya penyakit kanker dan monitoring terapi," jelas Dr Eko Purnomo, SpKN, spesialis kedokteran nuklir dari RS MRCCC.

PET-CT dapat mendeteksi secara tepat penyebaran kanker guna menentukan metode penyembuhan yang tepat untuk pasien. Keunggulan lain, gambar yang dihasilkan dapat menjelaskan seluruh sistem atau fungsi organ dalam tubuh.

"PET-CT aman digunakan dimana hasil studi mendapatkan bahwa eksposure radiasinya sama dengan X-ray CT," tutup Dr Eko.



Sumber: DetikHealth.Com

Labels: ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 11:56 PM | 0 comments ShareThis
Friday, June 3, 2011
Eropa saat ini tengah menghadapi wabah bakteri E coli yang membuat sakit lebih dari 1.600 orang di Jerman dan membunuh 18 orang. Badan Kesehatan Dunia menyatakan, patogen penyebab wabah ini adalah strain baru yang belum pernah dikenal oleh ilmuwan.

Menurut Beijing Genomics Institute, China yang bekerja sama dengan ilmuwan Jerman, strain E coli ini merupakan jenis yang sangat mematikan dan mudah menular. "Ini merupakan strain unik yang belum pernah diisolasi dari pasien sebelumnya," kata Hilde Kruse, ahli keamanan pangan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penelitian awal terhadap analisis genetik menunjukkan, strain bakteri ini merupakan bentuk mutan dari dua bakteri E coli, enteroaggregative E coli (EAEC) dan enterohemorrhagic E coli (EHEC). Apabila kedua bakteri ini bergabung, akan berbahaya bagi manusia.

"Salah satu bakteri akan mengambil zat toksik dari bakteri lain dan menghasilkan racun yang lebih berbahaya karena menyebabkan diare berat, bahkan merusak jaringan, termasuk ginjal," kata Dr Paul Wigley, ahli biologi dari Universitas Liverpool, seperti dilansir BBC.

Kasus wabah E coli ini telah menyebabkan gagal ginjal yang langka dan mengancam jiwa. Sebenarnya infeksi E coli yang normal juga mengancam jiwa, tetapi pada umumnya hanya pada kelompok bayi dan anak-anak serta orang yang daya tahan tubuhnya rendah.

Pada kasus di Eropa ini korban terbanyak adalah perempuan dan remaja. Pemerintah Jerman menemukan 470 kasus komplikasi ginjal. Dikhawatirkan wabah ini menelan korban lebih banyak lagi karena hingga sekarang belum bisa dipastikan sumber penularan wabah tersebut.

Masa inkubasi penyakit itu tiga sampai delapan hari. Bakteri E coli bisa ditemukan pada feses dan bisa menyebar jika seseorang memiliki kebiasaan hidup kurang bersih, misalnya tidak mencuci tangan dengan sabun.

Dugaan awal wabah ini disebabkan sayuran mentah yang tercemar E coli. Beberapa penelitian yang dilakukan di Eropa juga menunjukkan hubungan yang kuat antara gejala penyakit dan konsumsi sayuran mentah.

WHO menyatakan, kasus-kasus karena E coli telah dilaporkan di sembilan negara Eropa, meliputi Austria, Denmark, Jerman, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Inggris. Mayoritas kasus mengenai orang di Jerman atau orang-orang yang baru bepergian ke Jerman Utara.

Wabah E coli yang terjadi di Eropa ini merupakan kejadian terbesar ketiga dan paling menyebabkan korban jiwa. Sebelumnya dua orang dilaporkan meninggal pada wabah di Jepang tahun 1996 dan membuat sakit 9.000 orang. Sementara itu, pada tahun 2000 di Kanada dilaporkan 7 orang meninggal karena wabah E coli.



Sumber : Health.Kompas.Com

Labels:


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 8:36 AM | 2 comments ShareThis
Wednesday, May 18, 2011
Kanker dikenal dengan penyakit yang mahal dan sulit diobati. Tapi dengan konsep pengobatan mutakhir Personalized Medicine (PM), pengobatan kanker bisa lebih efisien dan murah.

DNA Manusia 99,9 persen identik, namun sisanya sebesar 0,1 persen masih memberikan 3.000.000 variasi genetik yang spesifik antara individu satu dan lainnya. Perbedaan inilah yang mempengaruhi penampilan, perilaku, kerentanan terhadap penyakit dan juga respons terhadap obat.

"Tiap orang bisa memberikan respons yang berbeda untuk satu jenis obat. Dengan personalized medicine (pengobatan personal) masing-masing orang akan memiliki obat sendiri, sesuai dengan genetiknya," jelas Dr Hera Noviana, Molecular Biologist dari Kalbe Genomics Laboratory dalam acara Round Table Discussion 'Penanganan Kanker dengan Bioteknologi' di Plaza Property, Jakarta, Rabu (18/5/2011).

Dr Hera menjelaskan dalam pengobatan konvensional, pasien yang sakit akan datang ke dokter yang kemudian akan diberikan diagnosis dan pengobatan. Namun bila pengobatan gagal, maka dokter akan memberikan pengobatan lain hingga akhirnya pasien bisa sembuh.

Penggantian obat tidak hanya terjadi sekali, tetapi bahkan bisa beberapa kali yang pada akhirnya akan membuat biaya pengobatan membengkak. Belum lagi waktu yang dihabiskan untuk penyembuhan dan efek samping obat yang harus dihadapi.

"Untuk pasien kanker yang 'berpacu' dengan waktu, pengobatan ini sangat tidak efektif," lanjut Dr Hera.

Berbeda dengan pengobatan konvensional, pada pengobatan personalized medicine pasien yang sakit akan datang ke dokter yang kemudian akan dilakukan uji genetik.

"Dengan melakukan uji genetik, kita bisa menentukan pengobatan yang cocok untuk masing-masing orang, sehingga respons terhadap obatnya pun baik. Ini akan bisa mengurangi biaya dan pengobatan pun aman dan lebih efektif," jelas Dr Hera.

Tak hanya itu, Dr Hera menjelaskan personalized medicine juga menawarkan beberapa keuntungan lain, yaitu:
  1. Deteksi dini pasien yang berisiko mengembangkan penyakit tertentu
  2. Mendapatkan pengobatan yang lebih tepat
  3. Mengurangi toksisitas, terutama bagi pasien yang tidak mendapat keuntungan dengan terapi tersebut.
  4. 'Smart' desain studi klinis
  5. Memaksimalkan potensi obat.


"Yang menjadi landasan dari personalized medicine adalah biomaker (petanda kanker) yang dikembangkan berdasarkan variasi genetik," jelas Dr Hera.

Ada beberapa biomaker dalam personalized medicine, antara lain:
  1. Mutasi KRAS (kanker kolorektal)
  2. Mutasi EGFR (kanker paru bukan sel kecil atau non small cell lung carcinoma)
  3. Metilasi MGMT (glioblastoma)
  4. Mutasi BRAF (melanoma, CRC dan kanker paru)
  5. BRCA ½ (kanker payudara dan kanker indung telur)
  6. MLH1, MSH2, MSI (kanker kolorektal)
  7. Amplifikasi HER2 (kanker payudara)
  8. Ekspresi EGFR (kanker kepala dan leher, serviks dan payudara)
  9. 70-Genes Array MammaPrint (kanker payudara).


"Personalized medicine akan memberikan treatment yang tepat, dengan dosis tepat, untuk pasien yang tepat, pada waktu yang tepat sehingga memberikan hasil yang baik," tutup Dr Hera.



Sumber : DetikHealth.Com

Labels:


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 7:56 PM | 0 comments ShareThis
Contact Us at email : admin@inna-k.org or Call: +96560739733