<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\0752107064986175153332\46blogName\75Indonesian+National+Nurses+Associatio...\46publishMode\75PUBLISH_MODE_HOSTED\46navbarType\75BLUE\46layoutType\75CLASSIC\46searchRoot\75http://www.inna-k.org/search\46blogLocale\75en\46v\0752\46homepageUrl\75http://www.inna-k.org/\46vt\75-9153266772154871457', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
Indonesian National Nurses Association in Kuwait (INNA-K)


Sambutan Ketua INNA-K Periode 2012 - 2017
Selamat datang di website Indonesian National Nurses Association in Kuwait (INNA-K).
INNA-K terbentuk pada tanggal 11 Mei 2006 dengan kepengurusan yang tersebar di beberapa region negara Kuwait. Persatuan Perawat Indonesia di Kuwait sebelumnya telah terhimpun dalam satu wadah organisasi yang bernama APIK (Assosiasi Perawat Indonesia di Kuwait) sejak tahun 1994, Berdasarkan musyawarah bersama yang dihadiri oleh kepengurusan organisasi periode 2006 - 2008 dan perwakilan anggota dari masing-masing region, Maka APIK berganti dengan nama INNA-K.

Website ini dibentuk dengan tujuan sebagai media informasi dan komunikasi melalui berbagi informasi dan berkomunikasi sesama Perawat tentang profile Perawat, Keperawatan dan Kesehatan dengan komunitas Keperawatan dan masyarakat luas, baik dalam lingkup Kuwait maupun International. Semoga kunjungan Anda bermanfaat dan dapat mengkomunikasikan informasi yang didapat pada rekan sejawat maupun masyarakat luas nantinya.

Atas nama Ketua Organisasi INNA/PPNI cabang Kuwait periode 2012 - 2017, Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungannya. Website ini jauh dari kesempurnaannya, saran dan komentar Anda untuk kesempurnaannya merupakan kontribusi yang berharga bagi kami. Website ini adalah milik kita bersama, untuk itu diharapkan kepada Anda untuk membantu menyebarluaskan website ini kepada rekan sejawat dan masyarakat luas. Selamat bertugas! Semoga menjadi amal ibadah kita semua.

    Hormat Kami,

    Zulkifli Abdullah Usin, SKM
Wednesday, December 31, 2008
Hari ini dua lagi peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes Depkes), yaitu Komari, M.Sc., Ph.D dan Supratman Sukowati, Ph.D, dikukuhkan sebagai Profesor Riset. Pengukuhan ini dilakukan Ketua LIPI ( Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ) di Ruang Rapat Leimena Departemen Kesehatan RI, tanggal 30 Desember 2008.

Dua peneliti sebelumnya yang telah memperoleh gelar Profesor Riset, yaitu Prof. (riset) Herman Sudiman, SKM dengan penelitiannya yang berjudul Tantangan Litbang Lintas Disiplin dalam Penanggulangan Masalah Kemiskinan, Kelaparan dan Gizi Kurang di Indonesia dan Mohammad Sudomo dengan penelitiannya berjudul Penyakit Parasitik yang Kurang Diperhatikan di Indonesia.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Masalah Keragaman Spesies Vektor Malaria dan Cara Pengendaliannya di Indonesia, Supratman Sukowati, Ph.D, menyatakan mengingat masalah nyamuk vektor malaria berbasis lingkungan dan bersifat spesifik lokal, maka pengendaliannya tidak mungkin berhasil jika hanya menggunakan metode intervensi seragam, dan hanya melalui pendekatan entomologi. Oleh karena itu perlu diterapkan pengendalian vektor terpadu, yaitu kombinasi beberapa metode yang bersinergi sebagai bagian dari program pengendalian malaria.

Lebih lanjut, Supratman Sukowati, Ph.D mengatakan dalam penerapan metode tersebut diharapkan para pemangku kepentingan dan masyarakat harus berperan serta aktif dalam mencegah penyebaran vektor ini lebih luas lagi. Dengan tetap berlandaskan pada sistem ramah lingkungan, bersifat rasional, ekonomis, layak, berkesinambungan, dan sesuai dengan sosial budaya setempat sehingga bisa diterima oleh masyarakat.

Menurut Supratman Sukowati, Ph.D, malaria masih banyak menimbulkan kesakitan dan kematian, serta KLB di daerah perdesaaan yang jauh dari layanan kesehatan. Diperkirakan, pada lima tahun terakhir ini penduduk Indonesia yang tinggal di daerah beresiko malaria sebesar 49,6 %, yaitu Kabupaten endemis malaria sebesar 309 (70 %).

Di seluruh dunia diketahui terdapat kurang lebih 4500 spesies nyamuk dalam 34 genus dari famili Culicidae, hanya spesies dari genus Anopheles yang berperan sebagai vektor malaria manusia. Jumlah spesies Anopheles yang telah dilaporkan di Indonesia sebanyak 80 (17,18%) dan 22 diantaranya telah dikonfirmasi sebagai vektor malaria (2,14%).

Setiap daerah memiliki spesies, daerah penyebaran, dan vektor yang bersifat spesifik lokal. Spesies Anopheles yang dikenal dari ciri-ciri morfologi mungkin bisa berperan sebagai vektor malaria di suatu daerah, namun belum tentu di daerah lainnya. Spesies nyamuk Anopheles di suatu daerah disebut sebagai vektor malaria apabila di dalam kelenjar ludahnya terbukti ditemukan sporozoit Plasmodium spp.

Ditambahkan dalam risetnya, diketahui Angka Kesakitan Malaria di Jawa-Bali dalam annual parasit incidence (API atau angka kesakitan malaria yang sudah diuji melalui tes laboratorium ) pada tahun 2001 (0,62 per mil ); 2002 (0,47 per mil ); 2003 (0,22 per mil ); 2004 (0,15 per mil); 2005 (0,06 per mil). Sedangkan angka kesakitan malaria di luar Jawa-Bali dalam annual malaria incidence (AMI atau angka kesakitan malaria berdasarkan gejala klinis) pada tahun 2001 (26,20 per mil); 2002 (22,23 per mil); 2003 (21,80 per mil); 2004 (21,2 per mil); 2005 (13,4 per mil).

Lebih lanjut untuk angka kesakitan malaria di Jawa-Bali pada tahun 2003 (API) berkisar antara 0,03-0,22 per mil dan di luar Jawa-Bali AMI berkisar antara 2,31-127,89 per mil. Pada tahun 2007 jumlah positif malaria sudah mencapai 311.789 kasus.

Sementara itu Komari, M.Sc., Ph.D dalam orasinya yang berjudul Program Intervensi Gizi: Fortifikasi Zat Gizi Mikro Pada Garam dan Parameter Nutrigenomic menyatakan bahwa masalah kekurangan zat gizi mikro merupaskan fenomena yang sangat jelas menunjukkan rendahnya asupan zat gizi dari menu sehari-hari.

Ditambahkan oleh Komari, M.Sc., Ph.D, fortifikasi merupakan intervensi gizi yang mampu menjamin konsumsi makanan masyarakat mengandung cukup zat gizi mikro. Fortifikasi zat gizi mikro dengan pendekatan biopartikel dilakukan agar fortifikasi zat gizi mikro (zat besi, yodium dan vitamin A) yaitu dengan menambahkan dalam satu wahana berupa garam. Perkembangan penelitian dengan triple fortifikasi pada garam telah menunjukkan pengaruh pada peningkatan status gizi masyarakat.

Sedangkan pada parameter nutrigenomic sangat diperlukan untuk menjamin bahwa fortifikasi zat gizi mikro dapat menstabilkan metabolisme sehingga status gizi tetap berada dalam keadaan seimbang.

Lebih lanjut dalam orasinya dinyatakan bahwa dalam pelaksanaan fortifikasi ini yang telah mencapai sekitar tiga puluh lima tahun sejak dicanangkannya yodisasi garam dan baru sekitar lima tahun ini penambahan zat besi ke dalam tepung terigu. Hal ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah untuk segera menjamin kecukupan zat gizimikro di dalam menu makanan masyarakat.

Peranan fortifikasi memegang peranan penting karena program penyuluhan yang memerlukan jangka panjang dan suplementasi zat gizi dengan sasaran yang terpilih hendaknya bukan menjadi alasan untuk tidak melakukan fortifikasi, ungkap Komari, M.Sc., Ph.D.

Di akhir orasinya Komari, M.Sc., Ph.D menyarankan penerapan teknologi enkapsulasi yang berukuran nano, yakni nano enkapsulasi dalam teknologi fortifikasi akan lebih meningkatkan luas permukaan zat gizi mikro sehingga meningkatkan nilai biologis zat gizi mikro.

Selain itu juga diharapkan peranan zat gizi mikro secara lengkap perlu dikembangkan untuk daerah miskin dan sulit terjangkau dengan memberdayakan biodiversity makanan lokal sebagai wahana fortifikasi untuk peningkatan status gizi mikro masyarakat serta peranan pengukuran yang lebih teliti dan mendasar yang bersifat nutrigenomic perlu dikembangkan agar menurunkan resiko gizi yang merugikan kesehatan.


Sumber : Depkes.go.id, Kompas.com

Labels:


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 1:59 AM | 0 comments ShareThis
Sunday, December 28, 2008
Oleh : innakuwait@gmail.com

Hampir semua orang yang menginjak usia remaja atau dewasa pada usia 1999 pasti mengenal sosok yang selalu rajin mengisi berbagai rubrik Tanya jawab tentang kesehatan reproduksi dan prilaku sex yang sehat. Siapa lagi kalau bukan dr.Boyke, Kelahiran Bandung tahun 1956 yang telah malang melintang dalam dunia Kedokteran sejak lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesai pada tahun 1981.

Hari sabtu kemarin (27 Desember) dalam rangka memperingati Hari Ibu di Kuwait, Dharma Wanita KBRI Kuwait menyelenggarakan acara seminar sehari dengan tema "Kanker Mulut Rahim dan Pencegahanya" yang di bawakan oleh dr.Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS.


Acara bertempat di Gedung Ishlah Reform Social Society - Al-Rawdah. Dimulai pada pukul 10 pagi yang dihadiri oleh berbagai komunitas masyarakat Indonesia di Kuwait, baik kalangan professional ataupun praktisi.

Dalam penjelasanya, beliau menuturkan bahwsanya saat ini "Kanker Cervix" menjadi penyakit yang sangat berbahaya sekaligus berada pada urutan pertama peyebab kematian bagi Kaum Wanita di Indonesia. Pengetahuan yang cukup tentang penyakit ini menjadi keharusan bagi seluruh wanita untuk bisa mencegah dan menghindari faktor-faktor risiko serta mengidentifikasi, mendeteksi secara dini.

Menurut Beliau pula, ternyata penyebab paling tinggi terjadinya kanker mulut rahim ini adalah kebiasaan ganti-ganti pasangan, kecenderungan ini sudah menjadi hal biasa terutama di kota-kota besar dimana free sex bukan merupakan hal yang tabu lagi.

Sehingga pada kesempatan tersebut, Beliau memberikan nasehat kepada semua peserta untuk selalu setia kepada pasanganya masing-masing. Jangan coba-coba bermain api, walaupun memang kelihatanya rumput tetangga lebih hijau dari halaman sendiri.


Apalagi dalam kondisi yang dialami kebanyakan teman-teman disini, dimana istri atau suami jauh disana (terpisah jauh). Hal ini juga jangan dijadikan alasan untuk menghianati kesetiaan suami atau istri kita sendiri.

Kesimpulanya adalah deteksi dini dengan pemeriksaan Pap smear secara rutin, setia pada pasangan sendiri, tambah wawasan keilmuwan akan perlunya kesehatan dan tingkatkan prilaku hidup sehat mulai dari makanan, life style, avoid stress, semua itu akan menjauhkan kita dari ancaman terjangkitnya kanker mulut rahim.

Setelah break sekitar 30 menit untuk menunaikan shalat Dzuhur dan menikmati snack yang disediakan panitia, Acara dilanjutkan kembali dengan session tanya-jawab. Tentu saja tanya-jawab yang seru, hal ini terlihat dengan antusias peserta mengangkat tangan untuk menyampaikan pertanyaan.

Akhirnya acara ditutup pada pukul 02.30 pm yang diakhiri dengan foto bersama sebagai kenang-kenagan kunjungan dr. Boyke di Kuwait. Yang jelas, and so pasti ,Bravo.....! untuk Ibu-ibu Dharmawanita KBRI yang telah sukses menyelenggarakan seminar ini.

Labels:


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 12:16 AM | 0 comments ShareThis
Friday, December 26, 2008
Oleh : e-learning@inna-k.org

Wah repot nich, dari judulnya sudah nyerempet-nyerempet ke nonton. Apalagi bareng TKW nontonnya, mungkin itu yang terbersit di benak teman-teman ketika baca judul berita ini thinking.

Eiiit, tapi tungggu dulu beritanya belum selesai.....!

Dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember kemarin, Mahasiswa ELKIU (e-learning Kuwait Unpad) dengan INNA-K mengadakan kerjasama untuk menggugah kembali serta meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap para TKW yang bermukim di Embassy yang mana sebagian besar mereka sedang mendapatkan permasalahan yang berat crying. Nah, salah satunya adalah nonton bareng.


Berbagai permasalahan yang Mereka hadapi di Kuwait seperti Gaji tidak dibayar, Penganiayaan oleh majikan, Sex abuse, Pekerjaan yang berat, Majikan terlalu cerewet, Sakit fisik sehingga tidak kuat lagi bekerja, dan lainnya yang sulit dijelaskan disini tetapi mungkin teman-teman sudah sering mendengarnya.

Seperti diketahui sampai hari ini, tidak kurang dari 400 TKW tinggal di tempat penampungan sementara KBRI. Bisa kita bayangkan, Bagaimana mereka tinggal di ruangan yang tidak terlalu luas, Berapa banyak makanan yang harus disediakan setiap harinya, Bagaimana mereka antri ke kamar mandi yang terbatas jumlahnya, Bagaimana mereka mencuci pakaianya...dll...at wits' end

Pada moment Hari Ibu, Pengurus INNA-K dan para Mahasiswa ELKIU berupaya menghibur Saudara-saudara kita (TKW - red) yang notabene-nya sedang mendapatkan kesulitan. Bagaimanapun juga mereka adalah Pahlawan Devisa yang sangat berjasa terhadap Bangsa dan Negara dalam mendatangkan income negara yang relatif besar.

Perlu diketahui tahun 2008 ini para TKI telah mengirimkan uang ke Indonesia sebesar 40 triliun, besar banget ya...? day dreaming, Itu pun yang melalu jalur resmi, lewat jalur lain masih banyak lagi yang mungkin sebagai transaksi pengiriman uang mereka.

BTW, Acara diawali dengan siraman rohani oleh Ustadzah Latifah mahasiswa S2 di Kuwait university yang kemudian dilanjutkan dengan nonton film bareng. Film yang dipertontonkan bukanlah film sembarangan, Apalagi film percintaan atau horror yang biasa beredar di masayrakat indonesia, tentu saja bukan itu.


Filmnya adalah berjudul "Kun Fayakun" yang banyak menginspirasikan bagaimana seseorang berjuang dan bergelut dengan kesusahan, Sehingga para TKW di harapkan bisa bersabar dengan penderitaan yang sedang dihadapi. Dimana dengan kesabaran tersebut jalan keluar dan kebahagiaan akan tercapai, persis seperti apa yang diceritakan dalam film tersebut.

Film Kun Fayakun yang dibintangi oleh Desi Ratnasari dan Agus Kuncoro ini sangat baik untuk di tonton, banyak pelajaran yang bisa dipetik. Waktu durasi 80 menit telah cukup untuk mempermainkan perasaan sedih dan gembira hati penonton. Menggambarkan seorang Tukang kaca keliling yang dengan kerja kerasnya, tanpa kenal lelah akhirnya Agus Kuncoro menjadi Juragan dan memiliki Toko kaca.


Hebatkan..?thumbs up. Siapa tahu mereka yang tadinya TKW sebagai Pembantu Rumah tangga dengan kerja keras dan tanpa kenal lelah dapat berbalik mimiliki PJTKI, ataupun kita dari seorang Perawat dengan kerja keras akhirnya bisa mempunyai Rumah Sakit...big grin

Acara diselingi juga dengan door prize yang banyak dan istimewa, Apalagi dipandu oleh teman kita yang sengaja diundang jauh-jauh dari Region Adan. Siapa lagi kalau bukan Bang Zul (Bang Zulkipli), yang sudah terkenal sebagai pemandu acara seantaro Kuwait applause. Kegiatan ini mampu membuat para TKW heboh dan ceria dengan mendapatkan hadiah-hadiah yang tidak terlupakan.


Akhirnya, dengan berat hati acara ditutup pada jam 01.30 pm. Terharu dan senang rasanya melihat wajah-wajah TKW yang berseri-seri setelah menyaksikan film tersebut, apalagi bagi mereka yang kebetulan mendapatkan door prize istimewa.

Labels:


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 6:12 PM | 0 comments ShareThis
Thursday, December 25, 2008
WASHINGTON, SELASA — Kanker ginjal biasanya tidak menunjukkan gejala hingga penyakit itu menyebar ke organ lain. Kanker jenis ini juga sering kali ditemukan sudah berada pada tahap sulit untuk disembuhkan.

Teknik kemoterapi terbaru memang menunjukkan harapan besar dalam memperpanjang usia pasien pengidap kanker stadium lanjut. Namun, terapi ini juga bisa sangat merugikan mengingat efek racun yang ditimbulkannya.

Dalam temuan terbaru mengenai kanker ginjal, ahli University of California Davis, Amerika Serikat, berhasil mengidentifikasi suatu cara menghambat mekanisme pemulihan sendiri oleh gen pada sel-sel kanker. Hal ini diharapkan memperbesar keberhasilan kemoterapi kanker ginjal dan menjadikannya lebih efektif dan lebih dapat ditoleransi.

"Sel kanker sangat terkenal akan kemampuan mereka untuk secara cepat menciptakan salinan diri mereka. Meski pengobatan termutakhir berhasil memperlambat proses itu, pengobatan tersebut tidak cenderung menyembuhkan dan mungkin memiliki efek samping," kata pemimpin penelitian itu, Robert Weiss, yang memublikasikan temuannya dalam jurnal Cancer Biology and Therapy, edisi Desember.

"Kami ingin menemukan cara membuat kemoterapi seefektif mungkin dengan dosis paling rendah," ujarnya.

Pengobatan terbaru bekerja dengan cara merusak kestabilan sel kanker di tingkat DNA, yang mengurangi kemampuannya untuk menggandakan diri. Para peneliti, yang mengetahui bahwa gen p21 memiliki peran penting dalam memulihkan DNA sel kanker dan berpotensi memangkas manfaat bagi pengobatan itu, berusaha mengidentifikasi susunan yang dapat mengganggu jalur tersebut.

Tim itu menguji ribuan zat dan 12 di antaranya ditemukan dapat mengikat protein rekombinan p21. Uji coba tambahan menunjukkan tiga bahan itu mampu menurunkan ekspresi p21, dan menghalangi kemampuan sel kanker ginjal untuk memperbaiki diri dan membuatnya lebih responsif terhadap pengobatan yang merusak DNA.

Untuk kajian masa depan, tim peneliti tersebut akan memusatkan perhatian pada tiga calon zat guna memastikan konsentrasi paling rendah yang mungkin membuatnya tetap efektif dan guna lebih mengoptimalkan kandungan antikankernya. Riset kemudian akan menguji bahan itu dengan pengobatan standar dalam contoh hewan sebelum akhirnya diujicobakan pada manusia.


Sumber : kompas.com dan landesbioscience.com

Labels:


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 1:22 PM | 0 comments ShareThis
Wednesday, December 24, 2008
Jakarta - Ditjen Pajak telah menetapkan tarif fiskal bagi yang tak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebesar Rp 2,5 juta untuk setiap orang yang bepergian ke luar negeri dengan menggunakan pesawat udara. Sementara via angkutan laut bagi yang tak memiliki NPWP akan dikenai fiskal Rp 1 juta.

Pembayaran Fiskal Luar Negeri (FLN) itu merupakan pembayaran angsuran Pajak Penghasilan (PPH) yang dapat dikreditkan terhadap PPH yang terutang pada akhir tahun oleh Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) yang bersangkutan setelah memiliki NPWP.

Pengenaan fiskal itu berarti naik 150% dibandingkan fiskal via angkutan udara yang saat ini sebesar Rp 1 juta. Sementara untuk via angkutan laut, fiskal berarti naik 100% dari saat ini sebesar Rp 500 ribu. Namun jumlah ini lebih rendah dari usulan semula sebesar Rp 3 juta untuk angkutan via udara.

Menurut siaran pers dari Ditjen Pajak, Selasa (23/12/2008), ketentuan ini berlaku mulai 1 Januari 2009 untuk WP OP yang berusia 21 tahun. Keputusan ini akan berlaku hingga 31 Desember 2010.

Pengecualian kewajiban membayar FLN bagi WP OP yang bepergian ke luar negeri dilakukan secara otomatif untuk WP OP tertentu dengan cara menerbitkan Surat Keterangan Bebas Fiskal Luar Negeri (SKBFLN).

Pihak-pihak yang secara otomatif bebas fiskal adalah :
  1. WP OP yang berusia kurang dari 21 tahun
  2. Orang asing yang berada di Indonesia kurang dari 183 hari dalam 12 bulan
  3. Pejabat Perwajilan Diplomatik
  4. Pejabat Perwajilan Organisasi Internasional
  5. WNI yang memiliki dokumen resmi penduduk negara lain
  6. Jamaah Haji
  7. Pelintas batas jalan darat
  8. Tenaga Kerja Indonesia dengan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN).

Yang bebas SKBFLN adalah :
  1. Mahasiswa asing dengan rekomendasi perguruan tinggi.
  2. Orang asing yang melakukan penelitian
  3. Tenaga kerja asing di pulau Batam, Bintan dan Karimun
  4. Penyandang cacat atau orang sakit yang akan berobat ke luar negeri atas biaya organisasi sosial termasuk seorang pendamping
  5. Anggota misi kesenian, kebudayaan, olah raga dan keagamaan
  6. Program pertukaran mahasiswa dan pelajar
  7. Tenaga Kerja Indonesia selain KTKLN.

Bagi WP OP yang bebas fiskal karena memiliki NPWP, maka:
  1. Menyerahkan fotokopi kartu NPWP atau Surat Keterangan Terdaftar (SKT) atau Surat Keterangan Terdaftar Sementara (SKTS), fotokopi paspor dan boarding pass ke petugas Unit Pelaksana Fiskal Luar Negeri (UPFLN).

    Jika kartu NPWP atas nama Kepala Keluarga, maka anggota keluarga yang akan berangkat ke luar negeri harus melampirkan fotokopi kartu keluarga.

  2. Petugas UPFLN menerima dan meneliti fotokopi kartu NPWP/SKT/SKTS, fotokopi paspor dan boarding pass serta fotokopi kartu keluarga, kemudian menginput NPWP pada aplikasi yang tersedia.

  3. Apabila NPWP dinyatakan valid, maka petugas UPFLN menempelkan stiker bebas fiskal pada bagian belakang boarding pass yang ditujukan untuk penumpang.
    Penumpang menyerahkan boarding pass yang telah ditempel stiker Bebas Fiskal kepada petugas konter pengecekan FLN untuk diteliti.

  4. Penumpang tujuan luar negeri tetap wajib membayar FLN jika:
    - Tidak menyerahkan fotokopi kartu NPWP/SKT/SKTS
    - Menyerahkan fotokopi NPWP/SKT/SKTS namun check digit menyatakan tidak valid
    - Menyerahkan fotokopi kartu NPWP/SKT/SKTS yang dimiliki oleh Kepala Keluarga namun tidak melampirkan kartu keluarga atau melampirkan kartu keluarga tetapi nama penumpang tidak tercantum dalam susunan kartu keluarga itu.


Sumber : (detik.com 23/12/2008)

Labels: ,


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 12:14 AM | 0 comments ShareThis
Tuesday, December 23, 2008
Oleh : travel_jump@yahoo.com

Dunia Internet tidak asing lagi dikalangan bisnis maupun mereka yang menjalani perkuliahan secara online, ketika Internet mengalami gangguan koneksi alias down maka terjadi suatu kekecewaan terhadap Operator Group DSL big grin.

Bahkan beberapa diantara kalangan yang rajin meng-akses Internet merasa kecewa dengan Provider Network Internet. Pasalnya Mereka mengalami gangguan dan akses yang lama dalam membuka situs-situs di Internet, terutama yang rajin menyaksikan video atau TV online. Begitu pula bagi beberapa Perawat yang mengandalkan bisnis online via internet, Hal tersebut merupakan suatu kerugian sad.

Sebenarnya apa yang saat ini terjadi bukan hanya pada satu Net Provider, melainkan seluruh Net Provider dikawasan Europe, Middle East dan Asia.

Beberapa Perawat Indonesia di Kuwait banyak yang bertanya-tanya mengenai hal tersebut karena sebagaian besar Mereka merupakan peng-akses Internet, terutama yang gemar sekali mendownload dan menyaksikan berita TV atau Video Online.

Seandainya Mereka rajin membaca berita dunia dan menyaksikan laporan khusus Televisi Al-Jazeera, Pasti tidak lagi bertanya-tanya tentang hal tersebut. Tepatnya tanggal 20 Desember 2008, baik di Media cetak ataupun Televisi bahkan beberapa situs di Internet memuat berita penyebab low atau downnya Internet saat ini diwilayah Europe, Middle East dan Asia.


Menurut siaran Al-Jazeera, Servis Internet dan Telepon antara Eropa, Timur Tengah dan Asia mengalami ganguan cukup parah akibat terputusnya tiga helai kabel dalam gulungan kabel bawah laut di Laut Mediterania.

Tepatnya sekitar wilayah Alexandria (Egypt), yang mana menyebabkan servis Net Provider antara wilayah India dan Europe terganggu cukup parah. Hal tersebut tak hayal lagi berdampak pula ke wilayah Taiwan, Singapore, Malaysia, Saudi Arabia, and Pakistan termasuk Kuwait.

Penyebab terputusnya kabel sampai saat ini belum diketahui secara pasti, begitulah ungkapan dari kantor Telkom Prancis sebagai salah satu servis Net Provider di dunia. Gangguan ini diperkirakan akan dapat teratasi paling cepat hari ini (Senin, 22 Des 2008) bahkan bisa memakan waktu sampai akhir Desember.

Sumber : Al-Jazeera.net

Labels:


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 12:18 AM | 0 comments ShareThis
Monday, December 22, 2008
Oleh : perawatkuwait@yahoo.com

Kebutuhan Perawat global dari dulu sampai sekarang tetap tinggi, dari waktu ke waktu terus meningkat drastis, Hal ini bisa disimak dari berbagai survey dan penelitian yang tersebar diantara majalah-majalah dan journal kesehatan yang terbit secara periodik.

Namun demikian kebutuhan Perawat dalam jumlah yang besar ini tetap saja diikuti dengan kebutuhan kualifikasi dan kualitas yang tinggi, kompeten dibidangnya dan mempunyai pengalaman kerja yang mumpuni, kemampuan bahasa global yang tinggi serta daya adaptasi survive yang hebat.

Memahami fenomena tersebut tidak aneh bila Negara-negara berkembang dengan sigap dan cekatan mencetak dan menyediakan tenaga-tenaga professional, kompetensi tinggi, dan mampu mengikuti kebutuhan global.

Adalah India dan Fillipina, dua Negara di asia yang sigap menangkap peluang ini, menjadi produsen terdepan dalam pengerahan tenaga Keperawatan ke luar negeri. Lihat saja data statistic Perawat asal India dan Philipina yang bekerja di luar negeri terutama di Eropa dan Amerika sangat-sangat tinggi.

Exspor sumber daya manusia, termasuk tenaga Keperawatan adalah hal yang sangat membantu dan melejitkan perkembangan ekonomi pada suatu Negara, karena exspor manusia berbeda dengan exspor barang.

Mempunyai efek ganda dan berantai, bisa membawa sanak keluarganya dan mencarikan pekerjaan dinegara tersebut.

Contohnya India, banyak sekali mengekspor tenaga keperwatan keluar negeri, tidak terkecuali ke Gulf country, khususnya Kuwait. Mereka mulai mengekspor tenaga Keperwatan ke Kuwait kira-kira dari tahun 1974, bahkan ada yang sebelum itu. Coba bayangkan Negara Indonesia pada tahun tersebut boro – boro mengexspor tenaga Perawat, kebutuhan dalam negeri saja belum bisa terpenuhi.

Mereka yang sudah bekerja dari tahun 1974, kebanyakan masih fit dan masih tetap bekerja sampai hari ini, sehingga kalau dihitung-hitung sudah hampir 34 tahun mereka bekerja disini.

Adapun tujuan akhir Perawat untuk mencapai karir tertingginya sampai saat ini animonya masih dengan USA, ribuan Perawat dari berbagai Negara berlomba-lomba untuk menapaki karirnya di Negara Paman Sam ini.

Memang selain berbagai fasilitas yang tersedia, pendapatan yang menggiurkan dengan gaji kisaran antara 30U$ - 50 U$/ hour, pendidkan yang gratis bagi bagi anak-anak kita, residensi yang tersedia membuat para imigran punya ketetapan dan ketenangan untuk hidup disana dalam rentang waktu yang tidak terbatas.

Namun demikian bukan perkara mudah untuk bekerja dan berkarir di Negara Paman Sam ini, khusunya untuk Perawat. Mereka meminta untuk memenuhi berbagai ketentuan–ketentuan tertentu antara lain kelulusan N-CLEX dan IELTS.

Adapun posisi Perawat Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan global, memang sudah mulai tersebar ke berbagai Negara hanya saja masih terbatas di Negara-negara Timur Tengah yang mana proses seleksinya relative masih ringan jika di bandingkan dengan Negara-negara Eropa dan Amerika.

Memang sudah ada beberapa Perawat Indonesia yang bekerja di Amerika dan Negara-negara Eropa, akan tetapi dalam jumlah yang masih sedikit apalagi kalau dibandingkan dengan Perawat asal Philipina dan India.

Jembatan gantung N-CLEX dan IELTS, sepertinya menjadi jembatan panjang yang susah untuk di lalui oleh Perawat-perawat Indonesia untuk menembus kebutuhan – kebutuhan Rumah sakit di Negara-negara tersebut.


Farwaniya City.

Labels:


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 12:35 PM | 0 comments ShareThis
Saturday, December 20, 2008
Bagi Kaum wanita dewasa, Ibu-ibu yang berminat menghadiri acara seminar kesehatan yang bertajuk "Mengenal dan Mengetahui Lebih Lanjut Tentang KANKER MULUT RAHIM, Sebagai Upaya Pemberian Pengetahuan Kepada Perempuan Akan Perlunya Memahami Kesehatan Reproduksi".

Silakan hubungi Koordinator Organisasi Anda atau KBRI Kuwait untuk mendapatkan undangannya, Pada Hari dan Jam kerja. Keterangan lebih lanjut lihat dan perbesar gambar dibawah ini :

Klik pada gambar untuk memperbesarnya


Indra Faisal

Staff to the Information, Social

and Cultural Affairs

The Embassy of the Republic of Indonesia

Kaifan, Al Andalous St, Block 6, Bldg 29

State of Kuwait

Tel : +965 483 9927/53, 481 3779 Ext. 123

Fax : +965 481 9250

HP : +965 613 4711/510 6730

Labels:


Baca Selengkapnya...
 
posted by inna-k at 8:54 PM | 0 comments ShareThis
Wednesday, December 17, 2008
1. Mengenai Pajak Penghasilan Bagi Orang Pribadi

Berdasarkan ceramah yang disampaikan oleh pihak KBRI (Darmawan Suparno) ditarik kesimpulan bahwa setiap Kita di Kuwait dengan penghasilan melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah merupakan wajib membayar pajak. Untuk itu perlu mendaftarkan diri sebagai wajib pajak dan mendapatkan NPWP pada kesempatan Sunset Policy guna mendapatkan keringanan beban pajak.

  • Sebenarnya siapa yang wajib membayar pajak, khususnya bagi WNI di Luar Negeri? (Oleh perwakilan Tim Website INNA-K )

  • Apabila di tinjau dari Peraturan Perpajakan Orang Pribadi di Luar Negari yang dapat kita download dari situs resmi Dirjen Pajak http://pajak.go.id Maka terlihat disana point yang menyatakan bahwa Wajib Pajak Luar Negeri adalah Mereka yang memiliki penghasilan (Gaji) bersumber dari Indonesia atau Mereka yang tinggal di Luar Negeri tetapi memiliki bentuk usaha tetap (BUT) di Indonesia.

    Gambar cuplikan point pada UU Perpajakan

    Singkatnya Para TKI di Luar Negeri memang merupakan subjek pajak karena merupakan WNI orang pribadi yang besar kemungkinan memiliki kekayaan di Indonesia, Hal ini jika dinilai dari penghasilan yang melebihi PTKP.

    Gambar cuplikan point pada UU Perpajakan

    Tetapi keterkaitan dengan penghasilan/gaji TKI di Luar Negeri, dalam Peraturan Perpajakan Orang Pribadi sebagaimana yang dapat kita baca disana bahwa penghasilan (gaji) TKI di Luar Negeri bukan merupakan objek pajak karena bukan bersumber dari Indonesia. Ini diperkuat dengan adanya email dari rekan TKI yang berada di Qatar (Jawaban atas pertanyaannya kepada Dirjen Pajak Pusat Jakarta) dapat Anda download disini : SPLN tidak kena pajak.

    Jawaban dari Pejabat KBRI :

    Tujuan dan kegunaan daripada NPWP itu adalah upaya Pemerintah dalam pendataan wajib pajak yang dapat menambah income negara. Selain itu berbagai bentuk administrasi mulai dari Perbankan, Jual bli Properti atau kendaraan bermotor semua mewajibkan NPWP termasuk administrasi di Instansi Pemerintah, misalnya di Kelurahan atau di tingkat Kecamatan.

    Berhubungan dengan pertanyaan atau tepatnya pernyataan diatas, pihak KBRI akan lebih lanjut mengkonfirmasi permasalahan tersebut ke tingkat pusat dalam hal ini Staff Direktorat Jendral Pajak di Jakarta.

    Diakui oleh Darmawan S, bahwa beliau dan beberapa rekannya mengalami kesulitan saat mendownload file mengenai Peraturan Perpajakan Orang Pribadi yang berada di Luar negeri. (Nyambung ga sih dengan pertanyaan?)

    2. Menganai Kebijakan Perlindungan Tenaga Kerja di Kuwait

  • Upaya apa yang mungkin dapat KBRI lakukan terkait proses Verifikasi Ijazah selanjutnya? (Oleh Ketua INNA-K)

  • Pihak KBRI menyatakan bahwa mereka telah berupaya secara berulang untuk mengadakan pertemuan dengan pihak Higher Education (HE) dalam rangka pembahasan proses verifikasi, Namun upaya tersebut selalu terkendala beberapa hal. Diantaranya adalah terjadinya penggantian posisi jabatan di HE itu sendiri, terlebih lagi dengan adanya permasalahan politik yang terjadi dalam Pemerintahan Kuwait (Parlementnya bubar lagi).

    Mereka (KBRI - red) akan berusaha kembali untuk mengadakan tindakan upaya agar terselesainya permasalahan tersebut, Untuk itu pihak KBRI meminta Perawat di Kuwait bersabar sampai kondisi Kuwait kembali stabil. (Sampai kapan yah?)

  • Bagaimana upaya KBRI meningkatkan pembinaan para Sekretaris Agency (TKW Indonesia), sehingga Sekretaris Agency dapat pula lebih perhatian kepada TKW yang bekerja sebagai Pembantu rumah tangga?

  • Dalam hal ini pihak KBRI cukup berterima kasih, kedepan akan memperhatikan dan memberikan pembinaan khusus bagi mereka (TKW) yang bekerja sebagai Agency TKI di Kuwait. Sehingga para Sekretaris Agency TKI dapat membantu dan lebih mengarahkan rekan TKW yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga memahami kondisi kerja, hak dan kewajibannya serta hal lain yang sepantasnya difahami oleh mereka. (Semoga saja TKI bermasalah semakin berkurang...)

    3. Berkaitan mengenai sosialisasi Pemilu 2009

  • Terkait dengan waktu pendaftaran sebagai peserta Pemilu Luar Negeri yang dinyatakan telah ditutup, Bagaimana upaya PPLN terhadap kebijakan untuk menerima masyarakat yang diyakini masih banyak belum sempat mendaftarkan diri?

  • Petugas PPLN menjelaskan bahwa sistem PPLN saat ini sedikit berbeda dangen Tata Cara Petugas PPLN pada Pemilu 5 tahun lalu. Saat ini PPLN tidaklah ditugaskan mengadakan pendataan pendaftaran peserta Pemilu dengan cara mendatangi calon pemilih, namun masyarakatlah yang diminta aktif untuk mendaftarkan diri sebagai pemilih. (Kerja sama dong dengan situs inna-k klo ada berita buat masyarakat di Kuwait...)

  • Fasilitas apa yang diberikan PPLN apabila ada Cabang Partai Politik Indonesia yang berada di Kuwait ingin berkampanye?

  • Menurut Petugas PPLN di Kuwait, sampai saat ini KPU belum mengakui adanya Partai Politik yang berdiri di Luar Negeri. Apabila di Kuwait ada yang ingin menyelenggarakan kampanye Partai Politik, Mereka dapat menghubungi pihak PPLN untuk mengadakan pembahasan lebih lanjut mengenai sarana dan fasilitas serta aturan yang tentunya harus ditaati. (Benar ga neh KPU tidak mengakui ada Partai di LN?)


    Demikianlah rangkuman yang dapat kami sampaikan, atas kekurangannya kami mohon maaf. Semoga bagi masyarakat Indonesia yang tidak berkesempatan hadir pada acara Sosialisasi Kebijakan Pemerintah dalam 3 topik pembicaraan diatas, dapat difahami dan dimengerti sebagai bentuk informasi pribadi maupun disebarkan kepada masyarakat luas.


    Admin@inna-k.org

    Labels: ,


    Baca Selengkapnya...
     
    posted by inna-k at 1:04 AM | 1 comments ShareThis
    Sebagaimana Undangan dari KBRI Kuwait "CERAMAH SOSIALISASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DI BIDANG PERPAJAKAN, SOSIALISASI PEMILIHAN UMUM 2009, DAN PEMBINAAN, BIMBINGAN DAN PERLINDUNGAN TKI" yang ditujukan kepada perwakilan organisasi masyarakat yang berada di Kuwait, Disini Kami mencoba mengutip ringkasan pembicaraan ceramah agar dapat turut dijadikan informasi yang berguna bagi rekan-rekan Perawat khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya yang berada di Kuwait yang tidak hadir pada pertemuan tersebut.

    Acara yang dilaksanakan KBRI Kuwait dipelataran belakang Shiik Hotel and Resort terbilang sukses. Tamu undangan mendapatkan jamuan snack yang cukup istimewa yang kemuadian dilanjutkan dengan acara tertib penyampaian informasi yang menjadi objek pembicaraan, kemudian diberikan kesempatan tanya jawab terbatas kepada masyarakat yang hadir. Acara inti berakhir sekitar pukul 21.45 WK, para Tamu undangan mendapat jamuan makan malam sebelum meninggalkan tempat pertemuan.

  • Sosialisasi Perpajakan "Sunset Policy"

  • Penyampaian informasi dimulai dengan sosialisasi kebijakan Pemerintah "Sunset Policy" terhadap masyarakat Indonesia yang menjadi wajib pajak. Sunset Policy merupakan kebijakan Pemerintah dalam memberikan keringanan, pe-maafan atau juga merupakan program pemutihan atas kelalaian pembayaran pajak penghasilan pada bulan ataupun tahun sebelumnya bagi orang pribadi atau pengusaha yang mendaftarakan diri sebagai wajib pajak dengan batas waktu akhir Desember 2008.

    Pemanfaatan moment ini direalisasikan Pemerintah Indonesia dengan wujud pendaftaran dan kepemilikan kartu yang disebut NPWP (Nomor Pokok Wajib Pjak) bagi orang pribadi dan pengusaha yang menjadi subjek dan objek wajib pajak.

    Pembicara dalam pembahasan ini diwakilkan pihak KBRI kepada Darmawan Suparno (Head of
    Economic Affair), tanpa dihadiri oleh petugas perpajakan dari Indonesia. Bahkan yang dikenal sebagai Atase Tenaga Kerja (R. Wisantro) tidak tampak pada kesempatan tersebut, semoga beliau dalam keadaan sehat wal'afiat.

    Pada penjelasan Beliau (Darmawan - red), Bahwa seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki penghasilan lebih dari nilai Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) wajib membayar pajak. Terkait proses bagaimana pemanfaatan program Sunset Policy, Darmawan menjelaskannya secara rinci berdasarkan keterangan dari Direktorat Jendral Pajak yang juga dapat kita lihat pada situs resmi Dirjen Pajak http://www.pajak.go.id.

    Darmawan lebih lanjut menjelaskan mengenai rencana Pemerintah yang akan menaikkan biaya fiskal luar negeri menjadi 3x lipat dari nilai sekarang, yaitu menjadi Rp. 3 Juta Rupiah mulai 1 Januari 2009. Sehingga Beliau sangat menyarankan kesadaran masyarakat untuk turut serta membayar kewajiban pajak dan dapat memanfaatkan masa Sunset Policy yang diberlakukan Dirjen Pajak saat ini.

  • Sosialisasi Pembinaan, Bimbingan dan Perlindungan TKI

  • Sebagai bagian ke-2 dalam pembicaraan ceramah, adalah penyampaian data TKI yang bekerja di Kuwait selama periode 3 tahun terakhir terutama pada sectoral informal (Pembantu Rumah Tangga) oleh Pejabat KBRI Kuwait Dino Nurwahyudin selaku Head of Protocol & Consular.

    Berdasarkan pendataan yang mereka (KBRI) peroleh, TKW Indonesia yang bermasalah dan saat ini berada di KBRI Kuwait tidak jauh berbeda dengan permasalahan sebelumnya. Namun demikian angka penurunan terjadi pada poin tertentu. Adapun permasalahan yang menyebabkan TKW Indonesia berada di KBRI diantaranya adalah Tidak di gaji, Pekerjaan terlalu berat, Majikan Cerewet, Perlakuan kasar majikan, Pelecehan Sexual dan alasan lainnya sehingga membuat mereka melarikan diri atau minta dikembalikan ke Agency penyalur TKW tersebut.

    Pihak KBRI telah berupaya untuk membantu penyelesaian masalah yang dihadapi para TKW, Bahkan diantaranya ada beberapa Tenaga Kerja Pria sebagai Supir yang turut malarikan diri ke KBRI. Upaya yang dilakukan oleh pihak KBRI diantaranya meneruskan ke proses hukum apabila didapatkan bukti dan informasi yang jelas, tentunya dengan bekerja sama kepada pihak Agency penyalur TKI tersebut di Kuwait.

    Beberapa alasan TKW yang menjadi kendala bagi pihak KBRI adalah majikan cerewet dan pelecehan sexual. Menurut mereka (KBRI - red) apabila permasalahannya adalah majikan cerewet, maka KBRI tidak memiliki kewenangan jauh untuk memprosesnya dan hal yang paling mungkin dilakukan adalah memberikan pembinaan dan mengembalikannya ke Agency penyalur.

    Selanjutnya apabila permasalahannya adalah kasus pelecehan sexual, bahkan lebih berat berupa kasus pemerkosaan namun TKW yang bersangkutan tidaklah langsung melarikan diri ke KBRI melainkan kesuatu tempat dan beberapa hari atau bahkan bulan baru terdaftar di KBRI maka kendala saksi dan bukti sangatlah menjadi kesulitan dalam memproses permasalahan tersebut.

    KBRI Kuwait sangat mengharapkan perhatian dari pihak Agency kepada para TKW sebagai pembantu rumah tangga agar dapat diberikan pembinaan, pengenalan karakteristik majikan secara umum dan bagaimana jika mereka (TKW -red) menghadapi berbagai kendala selama menjalani pekerjaannya.

  • Sosialisasi Tata Cara Pelaksanaan Pemilu 2009

  • Tim Panitia Pemilu Luar Negeri (Tim PPLN) cabang Kuwait memberikan informasi mengenai tata cara pelaksanaan Pemilu yang akan dilaksanakan bulan April 2009. Sebagaimana Kita ketahui bahwa Pemilu di Luar Negeri adalah suatu proses untuk memilih Calon Wakil Rakyat yang akan duduk di kursi DPR wilayah 2 (Jakarta).

    Hal penting yang merupakan perubahan terhadap cara pemilihan yang harus difahami oleh peserta Pemilu adalah bahwa pada Pemilu kali ini KPU menerapkan sistem "pencontengan" menggunakan pulpen bertinta pada area yang ditentukan.

    Pada Pemilihan Umum yang berlangsung 5 tahun lalu KPU Indonesia masih menerapkan sistem pencoblosan, hal ini konon katanya merupakan sistem yang dianggap tradisional dan diantara negara-negara di dunia yang menyelenggarakan Pemilu sistem pencoblosan terakhir adalah Indonesia dan Cameron. Secara demikian KPU Indonesia dengan sistem pencontengan merasa telah masuk kebabak baru meninggalakan Cameron.

    Pihak PPLN juga menyampaikan informasi bahwa pendaftaran untuk menjadi peserta pemilih telah di tutup November lalu, Namun demikian mereka (Tim PPLN -red) masih meng-upayakan agar masyarakat yang terlambat mendaftar dan berkeinginan menjadi peserta pemilih mendapatkan kesempatan memilih dan tidak menjadi bagian "Golput".

    Secara detail mengenai tata cara pencotengan Pemilu, Anda dapat menghubungi perwakilan organisasi masing-masing untk mendapatkan penjelasan langsung atau copy salinan yang dibagikan pihak PPLN.

    Selanjutnya, Tepat pukul 21.00 WK Ceramah sosialisasi selesai, selanjutnya diberikan kesempatan bagi para Tamu undangan untuk mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan 3 topik pembahasan yang telah disampaikan. Untuk memudahkan tampilan artikel ini, maka berkenaan dengan tanya jawab tersebut Kami jelaskan pada artikel tersendiri menjadi publikasi selanjutnya.

    Labels: ,


    Baca Selengkapnya...
     
    posted by inna-k at 12:29 AM | 0 comments ShareThis
    Tuesday, December 16, 2008
    (Jakarta, BNP2TKI, 15/12) Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat pada Selasa-Jumat, 9-12 Desember 2008 melakukan kunjungan ke Jepang, terkait peningkatan kerjasama Indonesia-Jepang dalam penempatan TKI formal program G to G (government to government), untuk perawat (nurse) dan pengasuh orang tua jompo (careworkers) Indonesia di Jepang.

    Selama di Jepang Jumhur disertai Deputi Kepala BNP2TKI Bidang Penempatan Ade Adam Noch, Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama Luar Negeri Ramly Sa'ud, Direktur Kawasan Asia Pasifik dan Amerika Haposan Saragih, Direktur Penempatan Pemerintah Wayan Mandi, dua anggota Komisi IX DPR RI Maryamah Besus dan Kasmawati Basalamah serta Konsultan Media BNP2TKI Mahmud F Rakasima.


    Rombongan Kepala BNP2TKI mengunjungi berbagai panti jompo di Jepang dan rumah sakit bagi pasien usia lanjut (demensia), di antaranya di Chiba dan Tokyo sekaligus ke pusat latihan bahasa Jepang untuk para perawat serta pengasuh orang tua jompo Indonesia yang diselenggarakan AOTS (The Association for Overseas Technical Scholarship/lembaga penjamin beasiswa bagi para perawat dan pengasuh jompo asal Indonesia)--baik di Tokyo, Yokohama, maupun Osaka.

    Kepala BNP2TKI juga mengadakan sejumlah pertemuan di antaranya Kementerian Tenaga Kerja, Kesehatan dan Sosial Jepang--melalui Assisten Direktur Jenderal Hubungan Luar Tamoaki Katsuda--, Chairman Board of Directors/Ketua Dewan Direktur JICWELS (Japan International Corporation for Welfare Services--lembaga bentukan pemerintah Jepang yang membawahi program kerjasama penempatan perawat dan pengasuh orangtua jompo asal Indonesia di Jepang, Tatsuhiko Sakamoto, serta President of AOTS Kazuo Kaneko.

    Termasuk bertemu Kenji Kuroki, Chairman of JIAEC (Japan Indonesia Association for Economy Cooperation--lembaga swasta Jepang yang dibentuk dengan ijin Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Tenaga Kerja, Kesehatan dan Sosial Jepang, untuk merekrut siswa pekerja magang asal Indonesia di berbagai perusahaan di Jepang, tanpa program G to G.

    Puas Karena Perawat Diperlakukan Baik

    Kepala BNP2TKI mengaku puas atas kunjungan tersebut, karena para perawat dan careworkers asal Indonesia yang kini ditempatkan di Jepang diterima sangat baik oleh masyarakat maupun pemerintah Jepang sendiri.

    Para perawat dan careworkers Indonesia dipandang selama mengikuti program latihan bahasa Jepang--yang diselenggarakan AOTS---selalu berperilaku baik (sopan), rajin dan berkemauan tinggi, mampu menyesuaikan dengan budaya Jepang---baik disiplin maupun sikapnya yang dapat menghargai masyarakat Jepang--, serta tergolong peserta program yang dapat berkembang pada kelas-kelas latihan.

    Para perawat dan careworkers Indonesia yang berada di jepang berjumlah 208 orang (104 perawat/nurse, 104 careworkers). Mereka ditempatkan di negara Sakura tersebut oleh BNP2TKI pada awal Agustus 2008 (sebagai realisasi kesepakatan pemerintah Jepang-Indonesia di Jakarta, Agustus 2007 melalui Japan-Indonesia Partnership/JIPA untuk menempatkan 1000 perawat Indonesia di Jepang dengan proporsi 600 careworkers serta 400 perawat/nurse).

    Sebelum bekerja, para perawat serta careworkers mengikuti program latihan bahasa Jepang selama enam bulan (Agustus 2008-Februari 2009) di pusat-pusat training AOTS, yang tersebar di beberapa kota utama Jepang.

    Pada Februari 2009, para perawat dan careworkers itu akan mengikuti ujian negara. Jika lulus, nereka dapat langsung disalurkan bekerja di berbagai rumahsakit lansia (sebagai perawat) ataupun panti jompo Jepang (sebagai pengasuh orang tua lanjut usia), dengan masa kontrak tiga tahun dan gaji sama warga Jepang yang melakukan pekerjaan serupa, yaitu setara Rp 20 juta atau lebih untuk gaji perawat (nurse), dan setara Rp 18 atau Rp 19 untuk gaji careworkers. Namun sebaliknya, jika tidak berhasil lulus, mereka akan kembali mengikuti program latihan di AOTS Jepang itu.

    Jumhur menambahkan, dalam beberapa pertemuannya dengan pihak pengelola panti jompo maupun pemerintah Jepang, yaitu Kementerian Tenaga Kerja, Kesehatan dan Sosial---bahkan saat bertemu Wakil Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, Hirohiko Nakamura, umumnya menyatakan kebutuhan pada perawat Indonesia masih sangat banyak, mengingat tingkat usia lansia warga Jepang yang memerlukan bantuan perawat dan careworkers juga semakin besar. Saat ini, sedikitnya 25 persen warga Jepang dengan usia lanjut yang hidupnya bergantung pada perawat.

    Dikatakan Jumhur, pada 2009 BNP2TKI akan mempersiapkan tahap berikut penempatan para perawat dan careworkers ke Jepang sekitar 792---dari sisa kuota 1000 yang disepakati. (mfr)


    Sumber : BNP2TKI.go.id

    Labels:


    Baca Selengkapnya...
     
    posted by inna-k at 12:02 PM | 0 comments ShareThis
    Monday, December 15, 2008
    AIDS atau Acquired Immunodeficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh manusia. Sedangkan HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menurunkan kekebalan pada tubuh manusia.

    HIV/AIDS ditularkan melalui 3 cara yaitu, lewat cairan darah (transfusi darah, pemakaian jarum suntik yang tercemar HIV), lewat cairan sperma dan cairan vagina (hubungan seks), dan lewat air susu ibu (ibu hamil yang HIV positif dan menyusui bayinya).

    Saat ini HIV/AIDS telah menyebar di 32 Propinsi. Sejak ditemukan tahun 1978, jumlah penderita AIDS secara kumulatif sampai September 2008 mencapai 15.136 kasus dan penderita yang terinfeksi HIV sebanyak 6015 kasus. Sedangkan selama periode Juli – September 2008, terdapat 2450 kasus AIDS dari 32 propinsi di Indonesia.

    Penularan tertinggi terjadi melalui heteroseksual (47%), melalui pengguna napza suntik/penasun (43%), dan homoseksual (4%). Usia penderita paling banyak ditemukan pada usia 20-29 tahun (51%), disusul penderita usia 30-39 tahun (29%), dan usia 40-49 tahun (8%). Jumlah penderita AIDS yang meninggal sekitar 3197 orang (21,12.%).

    Demikian laporan triwulan ketiga tahun 2008 yang diterima Pusat Komunikasi Publik dari Sub Direktorat AIDS dan Penyakit Menular Seksual Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP &PL) Depkes.

  • AIDS

  • Berdasarkan penelusuran, diketahui ratio kasus AIDS antara laki-kali dan perempuan adalah 3,08:1. Dari 15.136 kasus, dilaporkan sebanyak 11.367 orang adalah laki-laki dan 3.684 adalah perempuan, dan 85 kasus tidak diketahui jenis kelaminnya.

    Kasus terbanyak ditemukan di Propinsi DKI Jakarta dengan jumlah penderita 2.727 orang, 440 diantaranya meninggal dunia. Disusul propinsi lainnya yaitu Jawa Barat (2.603 kasus, 503 meninggal), Jawa Timur (2.525 kasus, 575 meninggal), Papua (2.294 kasus, 353 meninggal), Bali (869 kasus, 145 meninggal), Kalimantan Barat (730 kasus, 110 meninggal), Sumatera Utara (670 kasus, 135 meninggal), Jawa Tengah (409 kasus, 171 meninggal), Riau (364 kasus, 116 meninggal), dan Kepulauan Riau (271 kasus, 114 meninggal).

    Sampai dengan 31 Maret 2008 insiden rate AIDS secara nasional mencapai 6,66 per 100.000 penduduk (berdasarkan data Biro Pusat Statistik tahun 2005, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 227.132.350 jiwa). Dibandingkan dengan angka nasional, incidence rate jumlah penderita di Papua mencapai 18,7 kali lipat lebih banyak, disusul DKI Jakarta 4,5 kali, Bali 3,7kali, Kepulauan Riau 3,4 kali, dan Kalimantan Barat 2,7 kali angka nasional.

  • HIV

  • Kasus terbanyak terdapat di Propinsi Papua (1650), kemudian DKI Jakarta (1181), Bali (968), Sumatera Utara (820), Jawa Barat (376), dan Sumatera Selatan (179). Hasil estimasi populasi rawan tertular HIV pada tahun 2006 terbanyak ditemukan pada penasun (90.000 orang).

    Kelompok lain yang rawan tertular adalah pelanggan wanita pekerja seks/WPS (28.340 orang), masyarakat umum (27.470 orang), pasangan IDU (12.810 orang), lelaki suka lelaki/LSL (9.160 orang), wanita penjaja seks (8.910 orang), pasangan pelanggan WPS (5.200 orang), warga binaan pemasyarakatan/WBP (5.190 orang), waria (3.760 orang) dan pelanggan waria (2.230 orang).

    Estimasi populasi rawan terbanyak ditemukan di DKI Jakarta (26.810), selanjutnya Papua (22.220), Jawa Barat (20.980), Jawa Timur (19.920), dan Sumatera Utara (11.840).

    Sampai saat ini HIV/AIDS belum ada vaksin maupun obatnya. Obat yang ada (ARV=Anti Retroviral Virus) hanyalah untuk menekan perkembangan virus. Pengobatan HIV/AIDS sangat mahal karena harus diminum seumur hidup. Karena itu, cara yang paling efektif adalah pencegahan yaitu menghindari hubungan seks di luar nikah, bagi kelompok risiko tinggi menggunakan kondom bila berhubungan seks, tidak menggunakan narkoba suntik.

    Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-52907418 atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id.

    Sumber : Depkes.go.id

    Labels:


    Baca Selengkapnya...
     
    posted by inna-k at 3:28 PM | 0 comments ShareThis
    Saturday, December 13, 2008
    KBRI Kuwait mengundang Bapak/Ibu/Sdr./i untuk dapat hadir pada acara Ceramah Terpadu "CERAMAH SOSIALISASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DI BIDANG PERPAJAKAN, SOSIALISASI PEMILIHAN UMUM 2009, DAN PEMBINAAN, BIMBINGAN DAN PERLINDUNGAN TKI" yang akan diselenggarakan pada :

    Hari / tanggal : Senin, 15 Desember 2008
    Waktu : Pkl. 18.00 – 21.00

    Acara tersebut bertempat di Shiik Flamingo Hotel and Resort - Al Ta`wan Street, Al Bida'a Area (Disamping Hotel Moevenpick, Salwa). Dibawah ini terlampir undangan dan Program acara yang dimaksud :

    Klik pada gambar untk memperbesarnya

    Labels: ,


    Baca Selengkapnya...
     
    posted by inna-k at 4:04 PM | 0 comments ShareThis
    Friday, December 12, 2008
    Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

    Undang-undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) yang keluar sejak tahun 1983 tersebut telah di perbaharui sebagai bentuk Undang-undang Nomor 28 Tahun 2007, dan saat ini pen-sosialisasiannya akan melibatkan sistem Fiskal Luar Negeri (FLN). Rencananya tahun 2011 kebijakan pengurusan Fiskal bagi seseorang yang akan bertolak keluar negeri akan ditiadakan.

    Dalam upaya menjaring para wajib pajak, maka rencananya terhitung sejak Januari 2009 bagi yang tidak memiliki NPWP diwajibkan membayar fiskal sebesar Rp.3 Juta rupiah (Hal ini masih dalam pembahasan, belum ada berita resmi yang dikeluarkan).

    Sebagai warga negara Indonesia (WNI) yang memperoleh penghasilan diatas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) wajib mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP tersebut, Tidak terkecuali para TKI. Begitulah informasi yang didapatkan via telphon admin@inna-k.org kepada salah satu Staff Administrasi Kantor Direktorat Jendral Pajak di Jakarta (Bapak Imam).

    Adapun pada aturan tertulis yang dapat kita lihat disitus resmi Direktorat Jendral Pajak (DJP), Individual atau orang pribadi yang wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP adalah :
    1. Orang Pribadi yang menjalakan usaha atau pekerjaan bebas;

    2. Orang Pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, yang memperoleh penghasilan diatas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) wajib mendaftarkan diri paling lambat pada akhir bulan berikutnya;

    3. Wanita kawin yang dikenakan pajak secara terpisah, karena hidup terpisah berdasarkan keputusan hakim atau dikehendaki secara tertulis berdasarkan perjanjian pemisahan penghasilan dan harta;

    4. Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu yang mempunyai tempat usaha berbeda dengan tempat tinggal, selain wajib mendaftarkan diri ke KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggalnya, juga diwajibkan mendaftarkan diri ke KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat kegiatan usaha dilakukan.

    Mengenai Undang-undang Nomor 28 tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) yang berkaitan bagi Wajib Pajak, sehingga harus memiliki Kartu NPWP bisa didownload disini : UU KUP 2007.

    Sebagai orang yang akan meninggalkan Indonesia, dalam pengurusan fiskal maka NPWP sangatlah berperan penting. Seperti yang disampaikan diatas bahwa mulai Januari 2009 akan direalisasikan pengurusan fiskal haruslah melampirkan NPWP tersebut.

    Sebagai Perawat atau TKI, Kita terlepas dari kewajiban pembayaran fiskal. Namun bagaimana dengan kepemilikan NPWP, Apakah kita lalu akan dibebankan biaya 3 Juta rupiah tersebut? Apakah Kita memilih untuk mengurus NPWP dengan konsekuensi memenuhi kewajiban pajak penghasilan seperti gambar dibawah ini?


    Yang menjadi permasalahan adalah bahwa bagi kita yang diluar negeri sebagai TKI, Seperti dilema... gaji yang bayar bukan Indonesia, sengsara jauh dari keluarga, rumah disana ditinggalkan sudah kena pajak, disebut sebagai Pahlawan Devisa. Tapi masih mau dikerok juga gaji kita rupanya... rolling on the floor.

    Intinya kita harus tidak ketinggalan informasi ini, Jangan sampai habis masa cuti dan habis uang kita lalu terbentur pembayaran NPWP sebagai syarat fiskal nantinya. Bagi yang peduli pajak dan khawatir bermasalah di bandara, Anda bisa segera mengurus NPWP dengan registrasi secara online disini : e-registrasi NPWP.

    Setelah Anda mengisi form online tersebut, maka hasilnya dapat di print dan diserahkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) diwilayah tempat tinggal masing-masing dengan menyertakan foto copy KTP atau Kartu Keluarga. Pengurusan ini dapat diwakilkan dengan adanya surat kuasa, lalu diperlukan foto copy KTP yang mewakilkan tersebut.

    Akhir cerita, bagi yang mau mengurusnya silakan dan bagi yang siap dengan resiko silakan big grin. Sampai saat ini kita belum mendapat berita resmi dari KBRI yang disana ada R. Wisantoro sebagai atase tenaga kerja Indonesia, Hal ini cukup dimaklumi karena persyaratan NPWP dalam pengurusan fiskal masih dalam proses baik di DPR maupun di DJP sendiri.

    Labels: ,


    Baca Selengkapnya...
     
    posted by inna-k at 6:10 PM | 0 comments ShareThis
    Artikel ini mengulas pengertian Fiskal Luar Negeri yang mungkin berguna bagi rekan-rekan Perawat khusunya dan TKI pada umumnya. Sedangkan mengenai artikel yang berisi tentang Nomer Pokok Wajib Pajak (NPWP) segera kami publikasikan.

    Fiskal Luar Negeri (FLN) adalah Pajak Penghasilan (PPh) yang wajib dibayar oleh setiap Orang Pribadi yang akan bertolak ke luar negeri. Besaran biaya Fiskal saat ini adalah Rp.1 juta Rupiah bagi yang ingin meninggalkan Indonesia melalui jalur penerbangan, namun bagi yang menggunakan fasilitas laut harus membayar Rp.500 ribu rupiah.

    Berbagai sumber dari internet, termasuk dari situs resmi Dirjen Pajak Indonesia menyampaikan bahwa rencananya Pemerintah akan menaikkan tarif fiskal ke luar negeri bagi WNI berusia 21 tahun yang tidak memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP) menjadi 3 kali lipatnya mulai Januari 2009. Kenaikan fiskal ini merupakan langkah pemerintah untuk mendongkrak kepemilikan NPWP karena kesadaran masyarakat membayar pajak masih dirasa kurang.

    "Bagaimana dengan Kita sebagai Perawat dan TKI lainnya yang telah terdaftar di Departemen Tenaga Kerja atau telah memiliki KTP luar negeri dan di sahkan oleh KBRI setempat?"

    Berikut kutipan dari Undang-undang Fiskal Luar Negeri :

    Orang Pribadi yang akan bertolak ke luar negeri dikecualikan dari pembayaran FLN dengan cara sebagai berikut :
    • pembebasan langsung, diberikan oleh pejabat Direktorat Jenderal Pajak yang berwenang;
    • pembebasan melalui pemberian Surat Keterangan Bebas Fiskal Luar Negeri (SKBFLN) diterbitkan Unit Fiskal Luar Negeri (UPFLN) DJP.
    Dari point kedua diatas (lengkapnya klik disini : Pengertian Fiskal), tertulis jelas disana sebagai point m yang menyatakan Kita sebagai Perawat atau TKI lainnya terbebas dalam pembayaran fiskal adalah ;

    "WNI yang akan bekerja di Luar Negeri dalam rangka program pengiriman TKI dengan persetujuan Menteri Tenaga Kerja."

    Cara memperoleh SKBFLN :
    1. Mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal Pajak melalui Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak atau Kepala Kantor Pelayanan Pajak di tempat keberangkatan ke luar negeri.
    2. Bila permohonan disetujui, maka akan diberikan rekomendasi pembebasan FLN.
    3. Berdasarkan rekomendasi tersebut, unit FLN di pelabuhan laut atau bandar udara tempat pemberangkatan akan menerbitkan SKBFLN.

    Sebagai TKI yang telah habis masa cutinya dan bertolak kembali ke luar negeri, dalam pengurusan SKBFLN ini harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
    • Pembebasan Fiskan luar negeri diberikan 4 (empat) kali dalam satu tahun takwin, berdasarkan keputusan Mentri Keuangan R.I. No.555/kmk.04/2000, tanggal 22 Desember 2000

    • Pembebasan diberikan hanyalah kepada mereka yang bertempat tinggal tetap sebagai penduduk luar negri yang dibuktikan dengan tanda pengenal resmi sebagai penduduk luar negri sesuai dengan ketentuan Imigrasi atau tanda Keterangan KBRI yang memberikan pengesahan alamat tinggal di luar negri.

    • Yang diberikan pembebasan adalah penduduk Indonesia yang telah tinggal atau berdomisili di luar negri.


    Sumber :
    - KBRI di New Zealand.
    - Dirjen Pajak Indonesia.
    - Peraturan Fiskal Luar Negeri (By.Vibiznews).

    Labels: ,


    Baca Selengkapnya...
     
    posted by inna-k at 1:39 PM | 0 comments ShareThis
    Wednesday, December 10, 2008
    Pada perayaan Hari Raya Eidul Adha 1429 Hijriah di Kuwait, Masyarakat Indonesia cukup terhibur dengan adanya kegiatan yang di adakan oleh Organisasi Politik Indonesia cabang Kuwait "Partai Keadilan Sejahtera (PKS)".


    Acara ini dilaksanakan pada hari ke-2 Eidul Adha, tepatnya hari Selasa tanggal 09 Desember 2008 mulai pukul 09.00 WK - 13.30 WK di taman Reggae - Kuwait. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat Indonesia yang berada di Kuwait, terutama rekan-rekan Perawat dan Paramedik yang menjadi mayoritas hadir disana.



    Kegiatan ini merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh PIP PKS Kuwait untuk menghimpun berbagai lapisan masyarakat sebagai TKI di Kuwait dalam wadah silaturahmi.


    Acara yang di isi dengan ceramah Eidul Adha, Olahraga, Games, Pemeriksaan (tensi darah & gula darah) dan Konsultasi kesehatan, Konsultasi kendaraan, yang kemudian menjadi puncak acara yaitu nyate bareng, turut dihadiri pula oleh Pejabat KBRI Kuwait sebagai tamu undangan.



    Acara dapat dikatakan sukses, rasa hikmat yang tampak dari wajah-wajah yang hadir disana saat ceramah Eidul Adha di sampaikan berubah menjadi keceriaan setelah permainan games dimulai. Merupakan suatu rahmat Allah SWT dapat kumpul bersama dan ceria di negeri orang dikala jauh dari keluarga besar dalam suasana Hari Raya.

    Labels:


    Baca Selengkapnya...
     
    posted by inna-k at 9:35 PM | 0 comments ShareThis
    Sunday, December 7, 2008
    Departemen Kesehatan (DepKes) RI membuka kesempatan bagi Perawat Indonesia untuk bekerja sebagai Perawat di Jepang sebagai realisasi dari kesepakatan G to G dalam kerangka IJEPA (Indonesia Japan Economic Partnership Agreement) dengan masa kontrak kerja selama 3 (tiga) tahun.

    Ini merupakan kesempatan baik bagi Perawat di Indonesia yang berharap dapat bekerja di luar negeri untuk memperbaiki kehidupan dengan penghasilannya yang dirasakan mungkin jauh dari rasa cukup. Namun hal tersebut juga merupakan kesempatan bagi rekan-rekan yang sudah berada di luar negeri yang berkeinginan mencari pengalaman, suasana baru dan gaji yang lebih.

    Lebih lanjut untuk mendapatkan informasi mengenai lowongan kerja Perawat ke Jepang angkatan 2009, Anda dapat membuka file berupa format Pdf dibawah ini :

    Pengumuman Lowongan Kerja Perawat ke Jepang 2009.

    Labels:


    Baca Selengkapnya...
     
    posted by inna-k at 8:10 AM | 0 comments ShareThis
    Friday, December 5, 2008
    Hari Rabu malam kemarin, tepatnya tanggal 03 Desember 2008 pukul 23.45 salah satu sahabat kita yang bernama Adi Pratikno pulang ke Indonesia setelah dengan sukses menyelesaikan proses resignationnya di MOH Kuwait.

    Adi adalah seorang Perawat yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Adi merupakan Perawat Indonesia yang telah join bekerja sebagai Staff Perawat dibawah Kementerian Kesehatan Kuwait sejak bulan Mei tahun 2000 setelah lulus test ujian User yang di selenggarakan oleh PT. Binawan Inti Utama.

    Adi Pratikno sebagai sosok yang dikenal mudah bergaul itu telah memutuskan untuk pensiun (resign) dari Kuwait. Alhamdulillah beliau mendapatkan kemudahan dalam pengurusan proses resignnya, tidak terganjal permasalahan verifikasi ijazah. Apalagi di "DEPORTASI" seperti berita yang beredar sekarang di berbagai media masa online.



    Beberapa hari sebelum keberangkatannya, Adi berusaha mengumpulkan teman-temannya untuk bersilaturahmi sekaligus berpamitan untuk pulang ke Indonesia (resign). Mereka yang hadir cukup banyak, baik dari Hawally, Farwaniya, Khaitan dan sebagainya yang mana didominasi oleh teman-teman yang berada di Reggae dimana tempat asrama Adi tinggal.


    Dihari keberangkatannya Adi terlihat gembira karena segera akan berkumpul dengan keluarga di Indonesia, namun disisi lain Beliau mengatakan sedih harus berpisah dengan teman-teman yang sudah dirasakannya sebagai keluarga di Kuwait. Terutama teman-teman Perawat yang satu angkatan dengannya sewaktu tiba di Kuwait.

    Proses keberangkatan Adi cukup lancar meski harus meng-antri panjang saat check-in di airport (2 jam), dikarenakan bersamaan denga chek-in mereka yang bertujuan ke India, Jeddah dan Madinah. Seperti biasanya, Adi mendapat fasilitas resign berupa tiket gratis dari MOH Kuwait dengan penerbangan Kuwait Air ways.


    Sebelum meninggalkan para sahabatnya yang mengantar ke airport Adi sempat berpesan, "Tolong do'akan agar perjalanan lancar sampai di rumah, Semoga dapat sukses berusaha di Indonesia sehingga tidak kembali lagi ke Kuwait".

    "Selamat jalan sobat, semoga sukses! Jika terpaksa harus keluar negeri lagi, semoga Kuwait bukan tujuanmu! sehingga kami yang masih di Kuwait tidak bersedih dan ragu untuk menyusulmu resign". Inilah beberapa kata yang sempat terdengar dari beberapa rekan yang turut mengantarkannya pulang.

    Labels:


    Baca Selengkapnya...
     
    posted by inna-k at 12:37 AM | 2 comments ShareThis
    Wednesday, December 3, 2008
    Berkaitan dengan adanya artikel yang dimuat di situs inilah.com dan forum kaskus mengenai "Kuwait Deportasi 700 Perawat Indonesia", Maka kami selaku pengurus INNA-K menyikapinya dengan rasa prihatin sekali dikarenakan ini merupakan berita yang tidak bersumber jelas!

    Kita harus ingat 2 bulan lalu (Oktober 2008) baru saja dilaksanakan rekruitment secara resmi dari Ministry Of Health (MOH) Kuwait, ini merupakan salah satu bentuk bahwa MOH Kuwait wellcome terhadap Perawat Indonesia. Perawat Indonesia yang kini berada di Kuwait kami menyarankan lebih bisa bersabar dan tidak terpropokasi serta tidak berpikir jauh akan dilakukannya "Deportasi" sehubungan dengan permasalahan verifikasi Ijazah yang tidak kunjung selesai.

    Perkembangan terakhir verifikasi Ijazah telah kami sampaikan pada situs resmi INNA-K, baca disini : Perkembangan Verifikasi Ijazah Terkini dan Berita Terkini Mengenai Verifikasi Ijazah.

    Apa yang dimuat disitus inilah.com dan forum kaskus tersebut bersumber dari salah satu anggota INNA-K yang kemungkinan besar tidak mengetahui secara mendetail permasalahan yang saat ini sedang dalam masa proses penyelesaian lebih lanjut.

    Namun dapat kami fahami, artikel tersebut merupakan satu bentuk kecemasan, kekecewaan terhadap Pemerintah Indonesia yang tidak begitu serius menyikapi permasalahan verifikasi Ijazah yang dihadapi Perawat Indonesia di Kuwait.

    Seperti kita semua ketahui, permasalahan verifikasi telah menyebabkan beberapa teman yang berniat resign jadi terhambat. Bahkan sempat mencuat sebagai bentuk berita besar dalam liputan6.com, yang saat itu disikapi dingin oleh salah satu pejabat Deplu bahwa hal tersebut dikarenakan TKI (Perawat) tidak lapor diri ke KBRI.

    Permasalahan verifikasi yang belum terselesaikan memang berdampak buruk terhadap nama baik Perawat Indonesia, Bahkan seharusnya Pemerintah Indonesia pun turut tercoreng dalam kegagalannya menyikapi secara cepat permintaan verifikasi Ijazah tersebut dari pihak Pemerintah Kuwait sejak tahun 2000.

    Rekan-rekan Perawat yang niatnya memutuskan hubungan kerja (resign) secara resmi terhadap MOH Kuwait akhirnya memutuskan pensiun sepihak dengan jalan cuti dan tak kembali lagi. Hal yang paling disayangkan adalah beberapa dari mereka telah terlanjur mengambil loan (pinjaman) di Bank, sehingga menambah catatan buruk bagi TKI di Kuwait.

    Namun demikian, bukan berarti kita harus menyikapinya dengan bentuk propokasi bahwa Perawat Indonesia akan di deportasi. Apalagi dengan jumlah 700 orang, dari mana ini sumbernya? Saat ini Perawat Indonesia yang bekerja dibawah MOH Kuwait tidak lebih dari 500 orang.

    Sekali lagi kami menghimbau kepada seluruh anggota INNA-K untuk bersabar, tidak mengeluarkan berita tanpa sumber yang jelas. INNA-K melalui Tim Verifikasi akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari solusi dalam penyelesaian masalah yang ada.

    Jika berkeinginan mengetahui lebih lanjut mengenai proses verifikasi, silakan ikuti perkembangannya di situs resmi INNA-K ini atau bertanya langsung ke sekretariat INNA-K di reggae (Phone : +965-24887687 or +965-24881549).

    admin@inna-k.org

    Labels:


    Baca Selengkapnya...
     
    posted by inna-k at 11:44 PM | 0 comments ShareThis



    WWW.SMART-PIN-KUWAIT.BEC.BNI

    Contact Us at email : admin@inna-k.org or Call: +96560739733